MANOKWARI, GARUDAPOST.ID– Ketua BEM Universitas Papua (UNIPA), Yenusson Rumaikeuw, mengklarifikasi informasi yang beredar di media sosial terkait aksi mahasiswa di Jakarta pada 27 Agustus 2026.
Dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (29/8/2026), Yenusson menyebut informasi yang diposting melalui akun Facebook atas nama Albert Yogou tidak benar dan dinilai berpotensi membangun propaganda.
Yenusson juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota Polda dalam penyebaran informasi tersebut.
Ia meminta Kapolda Papua Barat segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi dan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran.
“Saya selaku Presiden Mahasiswa Universitas Papua meminta Kapolda segera menyelidiki persoalan ini. Jangan sampai ada oknum yang memprovokasi mahasiswa melalui media sosial,” tegas Yenusson.
Ia mempertanyakan penyebaran informasi yang mengaitkan mahasiswa Manokwari dengan aksi yang berlangsung di Jakarta.
Menurutnya, mahasiswa di Manokwari tidak melakukan aksi terkait peristiwa tersebut.
Yenusson menilai, apabila benar terdapat tindakan aparat yang membatasi atau memprovokasi mahasiswa, hal tersebut perlu dievaluasi karena menyangkut kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi.
Ia memberikan waktu 1×24 jamkepada pihak Polda untuk memberikan klarifikasi dan jawaban atas persoalan tersebut.
“Kami meminta persoalan ini segera dijelaskan secara terbuka. Jika tidak ada respons, kami akan menentukan langkah selanjutnya sesuai mekanisme organisasi dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.(Redaksi)

























