Honai Adat di Kampung Dukhigin Jayawijaya Terbakar, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAMENA, Garudapost.id — Satu honai laki-laki atau honai adat di Kampung Dukhigin, Desa Wenabuwaga, Distrik Libarek, Kabupaten Jayawijaya, terbakar pada Sabtu, 5 September 2026.

Kebakaran tersebut menghanguskan honai adat milik warga. Peristiwa itu terjadi pada malam hari dan diduga bermula ketika salah seorang warga menyalakan api di dalam honai untuk keperluan aktivitas sehari-hari.

Ivensius Alua, yang memberikan keterangan terkait kejadian tersebut pada Minggu (6/9/2026), menjelaskan bahwa setelah menyalakan api, orang tua tersebut sempat meninggalkan honai menuju dapur. Tidak lama kemudian, api diduga membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Api sudah meluap dan menyebar. Orang tua itu kemudian berteriak meminta pertolongan, sehingga warga kampung sekitar datang membantu memadamkan api,” jelas Ivensius.

Namun, upaya warga tidak berhasil menyelamatkan honai tersebut karena kebakaran api telah membesar dan meluap bangunan.

Menurut Ivensius, kondisi kemarau panjang yang sedang terjadi turut meningkatkan risiko kebakaran. Cuaca kering menyebabkan api lebih mudah membesar dan menyebar apabila tidak segera ditangani.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui dinas terkait untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi masyarakat sekaligus mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat turun langsung ke lokasi kebakaran dan melihat kondisi masyarakat. Pencegahan perlu dilakukan agar kejadian seperti ini tidak berulang di wilayah Jayawijaya,” ujarnya.

Ivensius juga mengingatkan pemerintah dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau panjang.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran rumah atau honai, tetapi juga dapat memicu kebakaran lahan dan hutan.

Ia menilai diperlukan penanganan yang lebih serius, terutama terhadap dampak kemarau panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

“Situasi kemarau panjang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berdampak terhadap lingkungan, ekosistem, sumber-sumber air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan permukiman,” katanya.

Ia berharap pemerintah bersama masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan, edukasi dan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran selama musim kemarau, sehingga keselamatan warga, lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat dapat tetap terjaga.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Julianus surabut

Editor : Admin

Sumber Berita: https//:Garudapost.id

Berita Terkait

Ketua KNPI Lanny Jaya Dukung Perda Masyarakat Adat, Dorong Proses Dipercepat
Embun Pegunungan Papua dan Foker LSM Papua identifikasi Sembilan Wilayah Adat Lanny Jaya
BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM
Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan
Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
PMKRI Jayawijaya Salurkan Bantuan dan Soroti Kekurangan Fasilitas Panti Asuhan
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:22

Ketua KNPI Lanny Jaya Dukung Perda Masyarakat Adat, Dorong Proses Dipercepat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:11

Embun Pegunungan Papua dan Foker LSM Papua identifikasi Sembilan Wilayah Adat Lanny Jaya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:49

BP3OKP PAPUA PRODUKTIF DAN DINAS KOPERASI-UKM PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN SINKRONKAN PROGRAM STRATEGIS UNTUK PERKUAT EKONOMI DAN TEKAN KEMISKINAN EKSTREM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

Darurat Asap dan Kesehatan, Aktivis Desak Pemprov Papua Pegunungan Bentuk Satgas Kebakaran Hutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Berita Terbaru