GARUDAPOST.ID – Kota Gorontalo — Ketua Umum Dewan ,Dakwah Islamiyah Indonesia, Dr. Adian Husaini, M.Si, melakukan kunjungan perdananya ke Gorontalo pada Selasa, 21 April 2026. Kedatangan beliau disambut oleh jajaran pengurus Dewan Dakwah Gorontalo di Sekretariat DDII Gorontalo yang berlokasi di Masjid Ka’bah berkah umat Kota Gorontalo. Turut menyambut para santri Masjid Ka’bah dan para da’i Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang tengah menjalankan amanah dakwah di wilayah tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda konsolidasi pemikiran bersama pengurus Dewan Dakwah Provinsi Gorontalo, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan para mitra dakwah di daerah tersebut.
Kegiatan Konsolidasi Pemikiran berlangsung di aula MIT Al-Ishlah Gorontalo dihadiri oleh pengurus Dewan Dakwah tingkat provinsi, perwakilan Dewan Dakwah Kabupaten Pohuwato, serta mitra dakwah dari Yayasan Dapur Berkah Ummat Gorontalo dan beberapa unsur terkait. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun gerakan dakwah yang berkelanjutan.
Rangkaian acara dibuka oleh Ustadz Rahmat Subandi selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Dewan Dakwah Provinsi Gorontalo Faisal Pakaya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperluas peran Dewan Dakwah di tengah masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, kami berharap Dewan Dakwah semakin dikenal luas oleh masyarakat Gorontalo, serta mampu menjadi penggerak utama dalam membangun semangat dakwah yang berkesinambungan di masa yang akan datang,” ungkapnya.
Memasuki sesi inti, Dr. Adian Husaini mengawali pemaparannya dengan sebuah pertanyaan reflektif: “Jika kita ditanya, negara mana yang paling maju di dunia?” Ia menyoroti bahwa sebagian besar orang akan menjawab negara-negara seperti Finlandia, Jepang, atau negara maju lainnya yang dikenal secara global.
Namun, menurutnya, cara pandang tersebut perlu diluruskan. Ia menegaskan bahwa konsep negara maju sejatinya telah dicontohkan dalam peradaban Madinah pada masa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
Madinah, dalam pandangannya, merupakan representasi masyarakat ideal yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kualitas akhlak yang tinggi serta kekuatan fisik yang terjaga.
“Uswatun hasanah bagi sebuah negara yang benar-benar maju telah terwujud dalam masyarakat Madinah. Di sana, kita melihat integrasi antara iman, ilmu, dan akhlak dalam kehidupan sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik dan teknologi, tetapi lebih pada kualitas manusia yang dibentuk di dalamnya. Oleh karena itu, pendidikan yang berorientasi pada pembinaan akhlak menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban yang unggul.
Lebih lanjut, Dr. Adian menjelaskan bahwa pembinaan akhlak dapat diwujudkan melalui empat pendekatan utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, motivasi, dan penegakan kedisiplinan. Keempat aspek ini, menurutnya, harus berjalan secara simultan dalam sistem pendidikan.
Dalam kunjungan sehari ke Gorontalo Pendiri Pesantren At Taqwa Depok sempat mengunjungi beberapa lokasi menjadi icon Gorontalo, termasuk ke lembaga Pendidikan SD Islam At Tamyiz. Sebelum bertolak ke Bandara beliau meresmikan sekretariat Dewan Dakwah dan sebelumnya silaturrahim dan sholat subuh berjamaah di Masjid Al Faruq Wahdah Islamiyah Gorontalo.









