JAKARTA, GARUDAPOST,ID– Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan melakukan langkah proaktif “jemput bola” ke pemerintah pusat.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, didampingi Wakil Bupati Tonny S. Junus, melaksanakan audiensi strategis dengan menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma, Jakarta, Rabu (22/04/2026).
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkab Gorontalo dalam memperjuangkan dukungan anggaran pusat guna mempercepat pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan (alkes), sekaligus mendukung implementasi program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kebijakan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sofyan Puhi memaparkan secara komprehensif kondisi riil layanan kesehatan di daerah, termasuk keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah pada tahun 2026. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mendorong pemerataan akses dan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
“Pemkab Gorontalo hadir langsung di pusat sebagai bentuk keseriusan kami memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar usulan, tetapi langkah nyata untuk memastikan pelayanan kesehatan yang layak dan merata bagi seluruh warga,” tegas Sofyan.
Total anggaran yang diusulkan mencapai Rp234.463.025.294, yang difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu:
Puskesmas (Rp59,6 miliar): Relokasi
Puskesmas Biluhu dan Pulubala
Penyediaan Listrik Terbarukan
Lamahu, Bilato, Batudaa Pantai, Tolangohula, Mootilango, Telaga Puncak, Asparaga, Biluhu, Boliyohuto
Ambulance telaga Puncak, Biluhu, Pulubala, Tilango, Telaga Jaya, Buhu, Pusling Roda 4 untuk Bongomeme, Tabongo, Tibawa, Asparaga, Telaga, Pilohayanga, Telaga Jaya, Lamahu
Pembangunan Pustu Baru
Tonala, Dulomo, Bulila, Mongolato, Yosonegoro, Tolite, Dulohupa, Sidomulyo Selatan, Dulamayo, Moahudu, Kayumera, Botubulowe, Ambara, Dungaliyo, Pilolalanga, Ayuhula, Duwanga, Karya Baru, Tiohu, Sukamakmur, Polohungo, Prima
Rehabilitasi Berat Pustu
Sukamakmur Utara, Upomela, Molanihu, Molopatodu, Batulayar, Biluhu Barat
Rumah Dinas Tenaga Kesehatan
Asparaga, Batudaa, Batudaa Pantai, Bilato, Biluhu, Boliyohuto, Buhu, Dungaliyo, Lamahu, Limboto, Mootilango, Telaga, Telaga Puncak, Tibawa, Tolangohula
RSUD M.M. Dunda Limboto (Rp78,05 miliar): lanjutan pembangunan gedung rawat inap, renovasi ruang layanan, dan pengadaan alkes penunjang KRIS.
RSUD Boliyohuto (Rp96,7 miliar): pemenuhan alkes standar KRIS serta penguatan layanan rujukan di wilayah barat Kabupaten Gorontalo
Wakil Bupati Tonny S. Junus menambahkan bahwa kondisi sarana prasarana Puskesmas saat ini masih perlu perhatian serius, tercermin dari capaian rata-rata ASPAK yang baru berada di angka 37,11 persen.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kesenjangan layanan kesehatan, terutama di desa-desa terpencil. Dukungan pusat akan sangat menentukan percepatan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan kami,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD M.M. Dunda Limboto yang bersama-sama memperkuat paparan teknis di hadapan jajaran Kementerian Kesehatan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyambut positif langkah strategis Pemkab Gorontalo dan mengapresiasi kesiapan dokumen serta keseriusan daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Pihak Kementerian Kesehatan selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap usulan tersebut untuk disinergikan dengan skema pendanaan, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan dokumen proposal secara simbolis sebagai wujud komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam membangun sektor kesehatan yang lebih maju, merata, dan berdaya saing, sekaligus mempertegas posisi daerah dalam mengoptimalkan lobi kebijakan di tingkat pusat demi kesejahteraan masyarakat.









