Kontrakan Mahasiswa Yahukimo di Manokwari Belum Dilunasi, Pemkab Diminta Segera Bertindak

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id |MANOKWARI, PAPUA BARAT — Senin, 29 Juni 2026 | 10.00 WIT Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo di Kota Studi Manokwari kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kabupaten Yahukimo diminta segera menyelesaikan dan melunasi kewajiban pembayaran kontrakan mahasiswa agar proses pendidikan tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Pembina Ikatan Mahasiswa Yahukimo, Bapak Agus Bomse, S.Pd, bersama DPO Yahukimo Agung Yual, menyampaikan bahwa mahasiswa Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurut mereka, mahasiswa merupakan aset pembangunan Kabupaten Yahukimo yang nantinya akan kembali mengabdi dan membangun daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Korwil Ikatan Mahasiswa Yahukimo, Ima Siep, juga meminta Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Bupati, dan DPRD segera mengambil langkah nyata terkait persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa.

“Mahasiswa adalah generasi penerus Yahukimo. Jangan sampai persoalan tempat tinggal mengganggu proses pendidikan mereka,” ujarnya.

Pemilik kontrakan Bapak Lazarus Indow, S.P., M.M, mengatakan kontrakan yang saat ini dihuni mahasiswa memiliki nilai sekitar Rp3 miliar dan telah menjadi tempat tinggal mahasiswa Yahukimo selama beberapa tahun di Manokwari.

Ia menjelaskan, kewajiban pembayaran kontrakan oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo sebesar Rp100 juta per tahun harus segera dibayarkan dan dilunasi.

Selain kontrakan, mahasiswa juga menyoroti kebutuhan uang makan dan minum asrama mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari sebesar Rp40 juta, serta dukungan beasiswa sebesar Rp2 juta per mahasiswa untuk membantu kebutuhan pendidikan.

Lazarus menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, bukan beban mahasiswa maupun orang tua mahasiswa.

“Tempat ini kami berikan agar mahasiswa Yahukimo bisa tinggal dengan aman, belajar dengan baik, dan nantinya kembali membangun daerah. Kami berharap pemerintah segera merespons dan menyelesaikan kewajiban pembayaran,” katanya.

Mahasiswa Yahukimo berharap Pemerintah Kabupaten Yahukimo segera membuka komunikasi dan memberikan kepastian terkait pembayaran kontrakan serta dukungan pendidikan.

Mereka menilai pembangunan Yahukimo tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan sumber daya manusia.

“Mahasiswa adalah masa depan Yahukimo. Pemerintah harus hadir menjaga dan mendukung generasi muda yang sedang menuntut ilmu.”

Penulis: Domianus Lokobal

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja
UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:26

60% Sekolah Dikunjungi Bermasalah Administrasi, Kadisdis Tanah Datar Ungkap Kendala Dana BOSP

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:31

Wisuda 20030 Mahasiswa, Rektor UNAIM Yapis Wamena Dorong Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:17

UNAIM Yapis Wamena Wisuda 20030 Lulusan, Dorong SDM Papua Pegunungan Berakar pada Budaya

Berita Terbaru

Kabupaten Gorontalo

Apdesi Kabupaten Gorontalo Dukung Penganugerahan Pulanga kepada Bupati Sofyan Puhi GORONTALO, Garudapost.id– Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Gorontalo, Efendi Nento, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana penganugerahan gelar adat Pulanga kepada Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi. Menurut Efendi, penganugerahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang telah menjadi jati diri masyarakat Gorontalo. Tradisi adat perlu terus dirawat agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ia menilai, di tengah perubahan zaman, keberadaan adat dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui penghormatan adat kepada tokoh yang dinilai memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi bagi daerah. “Bagi kami, adat merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Gorontalo. Karena itu, setiap upaya untuk menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai adat patut mendapatkan apresiasi,” ujar Efendi. Ia juga berpandangan bahwa penghormatan melalui gelar adat tidak semata-mata berkaitan dengan kedudukan seseorang, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian dan tanggung jawab yang telah dijalankan. Menurutnya, penghormatan adat kepada seorang pemimpin yang masih menjalankan pengabdian merupakan hal yang dapat dipahami dalam kerangka pelestarian tradisi, sepanjang prosesnya dilakukan sesuai mekanisme dan pertimbangan lembaga adat yang berwenang. Efendi menilai, perjalanan pengabdian Bupati Sofyan Puhi menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam proses tersebut. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati musyawarah dan kearifan para pemangku adat sebagai landasan dalam mengambil keputusan. Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat Gorontalo memiliki falsafah yang kuat, yakni “Adat bersendikan Syara, Syara bersendikan Kitabullah.” Falsafah ini mencerminkan eratnya hubungan antara adat, nilai keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Atas dasar itu, Apdesi Kabupaten Gorontalo mengajak masyarakat untuk menyikapi proses penganugerahan Pulanga dengan bijaksana, tetap menjaga suasana kebersamaan, serta memberikan ruang bagi lembaga adat untuk menjalankan perannya. “Kami berharap upaya ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam melestarikan adat Gorontalo. Yang terpenting, seluruh proses tetap mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tutup Efendi. Dukungan Apdesi tersebut diharapkan turut memperkuat kesadaran bersama bahwa pelestarian adat merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, sekaligus bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya Gorontalo.

Kamis, 15 Okt 2026 - 21:59