SK Pemekaran Yalimo Diduga Jadi Jaminan Pinjaman Rp250 Miliar, Ahim Hela Kombo Minta Pemerintah Jelaskan

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.Id |Manokwari Papua Barat — Kebijakan pinjaman dana sebesar Rp250 miliar melalui Bank Papua menjadi sorotan publik. Ahim Hela Kombo, salah satu saksi hidup pemekaran Kabupaten Yalimo, mempertanyakan dasar dan proses pengambilan keputusan terkait pinjaman tersebut.

Ahim mengatakan, masyarakat Yalimo berhak mengetahui apakah proses peminjaman dana tersebut telah melalui kesepakatan bersama seluruh stakeholder daerah, termasuk tokoh adat, intelektual, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, dan pihak terkait lainnya.

“Peminjaman uang Rp250 miliar ini perlu kita pertanyakan. Apakah waktu itu mereka pinjam atas kesepakatan stakeholder yang ada di Yalimo? Ini harus dijelaskan kepada masyarakat,” ujar Ahim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti informasi terkait SK Pemekaran Kabupaten Yalimo yang disebut digunakan dalam proses pengajuan pinjaman kepada Bank Papua. Menurutnya, hal tersebut perlu dijelaskan secara terbuka karena SK pemekaran merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat Yalimo.

“SK Pemekaran Kabupaten Yalimo adalah hasil perjuangan masyarakat. Kalau digunakan untuk kepentingan pinjaman, maka harus jelas dasar, tujuan, dan pertanggungjawabannya,” katanya.

Ahim menegaskan, Kabupaten Yalimo hadir melalui perjuangan para tokoh dan masyarakat yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan demi terbentuknya daerah tersebut.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Yalimo, Bupati Yalimo, DPR Kabupaten Yalimo, dan seluruh pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai penggunaan ana Rp250 miliar tersebut.

Menurutnya, DPR Kabupaten Yalimo juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap keputusan anggaran dilakukan secara transparan dan benar-benar untuk kepentingan masyarakat.

“Daerah ini dibangun melalui perjuangan rakyat. Maka setiap kebijakan besar harus terbuka dan diketahui masyarakat,” tegas Ahim.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi pemerintah daerah terkait tujuan, mekanisme, serta manfaat pinjaman Rp250 miliar tersebut bagi pembangunan Kabupaten Yalimo.

Penulis: Domianus Lokobal

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Gubernur Papua Barat Turun Tangan Bantu Mahasiswa Yahukimo, Pembina Minta Tanah untuk Asrama Permanen
Imunisasi Campak di Manokwari Capai 46,2 Persen, Mince Wilil Apresiasi Puskesmas Masni dan Sowi IV
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:39

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

Berita Terbaru

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah di Bone Bolango Raih Prestasi Penguasaan Bahasa Negara

Kamis, 15 Okt 2026 - 19:53