SOLIDARITAS RAKYAT PAPUA BARAT BERGERAK CABUT PSN DAN TOLAK MILITERISME MENGELUARKAN HIMBAUAN AKSI

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id |Manokwari, 28 Juni 2026 – Sejumlah elemen masyarakat organisasi kedaerahan dan cipayung Papua Barat yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Barat Bergerak akan menggelar aksi pawai Salib Merah pada Minggu, 28 Juni 2026, di Manokwari. Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) serta praktik militerisme yang dinilai semakin mengancam hak-hak masyarakat adat dan kelestarian lingkungan di Tanah Papua.

Aksi yang mengusung tema “Papua Benteng Terakhir Iklim Dunia” ini rencananya akan dimulai pada pukul 14.00 WIT dengan titik kumpul di Pintu Utama Universitas Papua (UNIPA). Pawai akan diikuti oleh mahasiswa, buruh, petani, nelayan, perempuan, pemuda, komunitas adat, serta para penggemar Piala Dunia yang turut menyuarakan kepedulian terhadap nasib Tanah Papua.

Para Masa aksi akan membawa atribut berupa bendera dan jersey masing-masing fans Piala Dunia, Salib Merah berukuran 1 meter, serta pamflet dan poster yang memuat tuntutan aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan terhadap PSN di Papua bukanlah isu baru. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mencatat peningkatan konflik tanah dan hutan di sejumlah wilayah adat seiring pelaksanaan PSN. Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits B. Ramandey, menyatakan bahwa alih fungsi hutan adat secara legal administratif berpotensi memutus hubungan masyarakat adat dengan sumber penghidupan mereka dan melahirkan kemiskinan berlapis. Sementara itu, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) juga secara tegas menolak PSN dan ekspansi militer di Tanah Papua.

Terkait praktik militerisme, Komnas Perempuan telah menyerukan penghentian pendekatan keamanan dan praktik militerisasi di Papua yang dinilai terus memperbesar kerentanan perempuan dan anak terhadap kekerasan. Berdasarkan data Komnas Perempuan periode 2021–2025, tercatat 75 kasus kekerasan terhadap perempuan dari Papua, dengan 40 persen di antaranya melibatkan aparat atau pejabat negara.

Adapun tuntutan aksi yang akan disuarakan adalah:
1. Cabut Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh Tanah Papua – Proyek-proyek pembangunan berskala nasional dinilai tidak berpihak kepada masyarakat adat dan berpotensi mengancam ruang hidup serta kelestarian lingkungan.
2. Tolak militerisme di Tanah Papua – Pendekatan keamanan dan praktik militerisasi dinilai telah menimbulkan korban di kalangan sipil serta memperbesar kerentanan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Aksi ini juga bertujuan untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat akan isu kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi di Tanah Papua, di tengah gempuran euforia Piala Dunia.

Ketua solidaritas
Echon kerenak

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Ariyanto Halada Nahkodai Golkar Hulonthalangi, Pataka Partai Resmi Diserahkan
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Gubernur Papua Barat Turun Tangan Bantu Mahasiswa Yahukimo, Pembina Minta Tanah untuk Asrama Permanen
Imunisasi Campak di Manokwari Capai 46,2 Persen, Mince Wilil Apresiasi Puskesmas Masni dan Sowi IV
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:01

Ariyanto Halada Nahkodai Golkar Hulonthalangi, Pataka Partai Resmi Diserahkan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:39

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

Berita Terbaru

Kabupaten Bone Bolango

Ichsan Wantogia Tekankan Kesiapan OPD Hadapi Pengawasan Pemerintahan

Selasa, 13 Okt 2026 - 21:46