Garudapost.id-Piru/Kebun Kemandirian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Sebanyak 28 buah pepaya California dipanen dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Piru, Senin (5/10). Panen tersebut merupakan hasil budidaya yang dikelola oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan melalui aktivitas produktif.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan bahwa hasil panen menjadi bukti dari perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam proses budidaya memberikan pengalaman dan keterampilan praktis.
“Mulai dari perawatan hingga panen, Warga Binaan terlibat langsung dengan pendampingan petugas. Hasil 28 buah pepaya ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan secara rutin mampu memberikan hasil nyata,” ujar Ode.
Salah satu Warga Binaan berinisial R mengaku senang dapat terlibat dalam pengelolaan kebun. “Kami belajar merawat tanaman hingga bisa dipanen. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, menilai kegiatan pertanian tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan.
“Yang kami dorong bukan hanya hasil panennya, tetapi proses pembelajarannya. Warga Binaan dilatih bekerja disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah selesai menjalani masa pidana,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan secara produktif.
“Setiap hasil kebun menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan nyata sekaligus mendukung ketahanan pangan di Lapas Piru,” pungkas Hery.
Ke depan, Lapas Piru terus mengembangkan Kebun Kemandirian sebagai sarana pembinaan produktif, sehingga setiap hasil budidaya dapat menjadi pengalaman sekaligus bekal keterampilan bagi Warga Binaan sebelum kembali ke masyarakat.



















