Garudapost.id-Bandanaira/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus mendorong kreativitas dan produktivitas Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian. Kali ini, Warga Binaan diajak membuat miniatur Belang, perahu tradisional khas Kepulauan Banda, menggunakan stik es krim, Selasa (20/10).
Kegiatan ini dilaksanakan bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch I Tahun 2026. Dalam prosesnya, peserta magang mendampingi Warga Binaan mulai dari menyiapkan bahan, merangkai stik es krim, hingga membentuk dan merapikan miniatur perahu agar menghasilkan karya yang menarik.
Melalui kegiatan ini, Warga Binaan memperoleh kesempatan untuk mengasah kreativitas, ketelitian, dan keterampilan mengolah bahan sederhana menjadi kerajinan tangan yang berpotensi memiliki nilai ekonomi. Tidak hanya berorientasi pada keterampilan, pembuatan miniatur Belang juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Kepulauan Banda yang memiliki nilai sejarah dan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat setempat.
Salah satu peserta magang, Ahmad Rizky Dokolamo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga karena dapat mendampingi Warga Binaan mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal budaya lokal.
“Saya senang bisa ikut mendampingi Warga Binaan dalam membuat miniatur Belang. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang bermanfaat sekaligus menunjukkan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi karya menarik melalui kreativitas dan ketekunan,” tutur Ahmad.
Salah satu Warga Binaan, Dedy, juga mengungkapkan kegembiraannya karena memperoleh kesempatan mempelajari keterampilan baru sekaligus mengenal lebih dekat perahu tradisional khas Kepulauan Banda.
“Saya senang bisa belajar membuat miniatur Belang dari stik es krim. Selain menambah keterampilan, saya juga bisa lebih mengenal perahu tradisional yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya daerah kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian terus diarahkan untuk menggali dan mengembangkan potensi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Melalui pembuatan miniatur Belang, mereka dapat mengembangkan kreativitas sekaligus mengenal dan menghargai warisan budaya daerah. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal positif bagi mereka ke depannya,” ujar Rustam.
Melalui kegiatan ini, Lapas Bandanaira berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan kemandirian yang kreatif, produktif, dan berorientasi pada pengembangan potensi Warga Binaan. Pembuatan miniatur Belang diharapkan tidak hanya menghasilkan karya kerajinan bernilai seni, tetapi juga menumbuhkan kemandirian serta memperkuat kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari proses pembinaan menuju reintegrasi sosial.


















