Garudapost.id, GORONTALO — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Tahun 2026 menggelar program kerja inti bertajuk “Mujair Bernilai: Inovasi Olahan Ikan Lokal untuk Meningkatkan Potensi dan Ekonomi Masyarakat” di Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini mengangkat potensi ikan mujair sebagai sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Program yang mengusung tema “Dari Mujair Lokal, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan” tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan potensi perikanan desa sekaligus meningkatkan wawasan masyarakat mengenai peluang pengolahan ikan mujair.
Koordinator Desa KKN Tematik II Tahun 2026, Mulyadi Abdullah, mengatakan program tersebut disusun dengan melihat potensi ikan mujair yang tersedia di Desa Tabumela.
“Program inti ini kami laksanakan dengan melihat potensi ikan mujair yang ada di desa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan ikan mujair agar dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal membutuhkan kreativitas dan pengetahuan agar potensi yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Sekretaris Desa Tabumela, Rano Akuba, S.Pd. Ia mengapresiasi mahasiswa KKN yang mengangkat potensi ikan mujair sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik II. Semoga produk yang dihasilkan melalui kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Rano.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program “Mujair Bernilai”. Ia mengapresiasi mahasiswa yang telah berupaya mengangkat potensi lokal melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Kami memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Tematik II yang telah berupaya mengangkat potensi lokal melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Femy.
Program “Mujair Bernilai” menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dosen pembimbing, dan masyarakat Desa Tabumela. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar membangun komunikasi dan kerja sama dalam merancang program berbasis kebutuhan serta potensi masyarakat.
Pemanfaatan ikan mujair menjadi produk olahan bernilai tambah diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pengembangan produk lokal. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi perikanan Desa Tabumela diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui semangat “Dari Mujair Lokal, untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”, program “Mujair Bernilai” diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan potensi ikan mujair secara lebih optimal sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat Desa Tabumela.
Reporter:Pahril Kono


























