MANOKWARI, Garudapost.id – Persekutuan Gereja-Gereja Baptis di Tanah Papua (PGBP) Wilayah Papua Barat resmi menggelar Konferensi ke-1, di Aula Jemaat Baptis Ekklesia, Jalan Sowi Gunung, Distrik Manokwari, Kabupaten Manokwari, pada 24–26 April 2026.
Kegiatan berlangsung diawali dengan ibadah pembukaan pada pukul 04.00 WIT dan dilanjutkan dengan rangkaian agenda selama tiga hari, meliputi pembukaan, ibadah, sidang pleno, hingga penutupan yang di ikuti oleh perwakilan 6 gereja mandiri dan tujuh pos pelayanan yang tergabung dalam kegiatan tersebut.
Konferensi ini mengusung tema “Lihatlah sekelilingmu, ladang-ladang sudah menguning untuk dituai” yang diambil dari Injil Yohanes 4:35b, dengan subtema peningkatan pelayanan gereja ke dalam dan ke luar jemaat.
Ketua panitia, Melkhiar Itlay, S.Hut., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik sejak persiapan pada Maret 2026.
Ia menyebutkan, total anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp54,7 juta yang bersumber dari kontribusi wilayah, jemaat, perorangan, serta bantuan lainnya, termasuk sumbangan bahan makanan dan perlengkapan.
Ketua Umum Badan Pelayan Pusat PGBP, Stevanus Wenda, M.A., M.Th., dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari implementasi hasil kongres dan rapat kerja organisasi. Ia menegaskan bahwa Papua Barat menjadi wilayah pertama dari 19 wilayah pelayanan yang melaksanakan konferensi serupa.
“Ini menjadi momentum untuk menerjemahkan hasil kongres dan rapat kerja ke dalam program nyata di jemaat,” ujarnya
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa arah pelayanan ke depan akan difokuskan pada reformasi organisasi, penguatan pelayanan berbasis firman, serta regenerasi kepemimpinan jangka panjang. Selain itu, kemandirian jemaat juga didorong untuk mendukung pembiayaan program-program gereja.
Sementara itu, Ketua Wilayah PGBP Papua Barat, Okto Guwe, S.H., M.Ling., mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam gereja mandiri dan tujuh pos pelayanan yang tergabung dalam wilayah tersebut. Ia menambahkan bahwa konferensi ini juga menjadi momentum penting untuk memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan pelayanan ke depan.
Perwakilan Kementerian Agama di Manokwari, Yuslis Rombe, S.Th., turut memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Melalui konferensi ini, PGBP Wilayah Papua Barat diharapkan dapat menghasilkan program prioritas yang mampu memperkuat pelayanan gereja serta memperluas jangkauan penginjilan di Tanah Papua.(*)
(Penulis Demianus Lokobal)













