Garudapost.id-Bandanaira/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembangkan bakat dan minat Warga Binaan di bidang musik sebagai salah satu sarana pembinaan positif, Sabtu (29/8). Meskipun dengan alat musik terbatas, seperti gitar, cajon, serta organ. Semangat Warga Binaan terlihat saat mengikuti latihan musik. Mereka mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari dangdut hingga pop. Suasana latihan pun berlangsung hangat, hidup, dan penuh semangat.
Kegiatan tersebut melibatkan peserta program magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 Tahun 2026 yang berperan aktif dalam mendampingi jalannya program. Kehadiran peserta magang memberikan energi baru sekaligus mendukung pengembangan kegiatan pembinaan yang kreatif dan produktif bagi Warga Binaan.
Melihat tingginya minat dan antusiasme Warga Binaan, Lapas Bandanaira berencana menambah serta melengkapi alat musik dengan jenis yang lebih beragam. Penambahan sarana tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan latihan semkain variatif, menarik, dan mampu mengembangkan potensi Warga Binaan secara optimal.
Rustam Kasoor selaku Kepala Subseksi Pembinaan menegaskan bahwa pembinaan seni musik merupakan bentuk nyata upaya Lapas dalam mendorong perubahan positif bagi Warga Binaan.
”Melalui musik, kami berupaya membuka ruang bagi Warga Binaan untuk menunjukkan potensi positif yang mereka miliki. Semoga kedepan mereka bisa produktif, ” ucap Rustam.
Salah satu peserta Magang, Anastasya Putri Selasa, mengatakan bahwa kegiatan musik tersebut digagas sebagai ruang bagi Warga Binaan untuk menyalurkan bakat dan minat sekaligus mengembangkan kreativitas.
”Kegiatan ini bukan hanya tentang bermain musik atau bernyanyi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, serta mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif dan menyenangkan,” ungkap Anas.
Sementara itu, Salah satu Warga Binaan, James, mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali bermusik dan bernyanyi dalam kegiatan yang digagas oleh peserta magang di Lapas Bandanaira.
”Kegiatannya sangat enak dan adem. Kegiatan seperti ini membuat kami bahagia dan bisa menyalurkan hobi. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan dan hiburan positif bagi kami,” ungkap James dengan penuh semangat.
Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana hiburan dan ekspresi, melainkan juga membuka ruang terapi emosional dan sosial yang sangat dibutuhkan dalam proses pembinaan. Kehadiran kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat mendukung proses pembinaan sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Warga Binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
























