WAMENA, GARUDAPOST.ID– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayawijaya Santo Fransiskus Asisi mendesak pemerintah segera menangani dampak musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
PMKRI menyoroti kondisi masyarakat di Distrik Walaik, khususnya Kampung Elarek, Dusun Pabilo, dan Kampung Holima, Dusun Horekama, yang disebut telah terdampak selama sekitar tiga bulan terakhir.
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (GERMAS) PMKRI Cabang Jayawijaya, Elopere Di, menyampaikan pernyataan tersebut di Sekretariat PMKRI Cabang Jayawijaya, kawasan Pasar Misi, Wamena, Jumat (28/8/2026).
Menurut PMKRI, kemarau panjang berdampak terhadap perekonomian masyarakat, terutama sektor pertanian, pangan, perikanan, serta ketersediaan air bersih.
PMKRI mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya segera menyalurkan bantuan bahan makanan dan kebutuhan darurat kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, PMKRI meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, DPRP Papua Pegunungan, serta DPRD Kabupaten Jayawijaya turun langsung meninjau kondisi masyarakat dan memastikan bantuan disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Erius juga mengimbau masyarakat Jayawijaya dan Papua Pegunungan untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau karena kondisi kering dapat menyebabkan api mudah meluas.
“Pemerintah harus segera hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang, terutama mereka yang mengalami gagal panen dan kesulitan air bersih,”tegas Erius.(Redaksi)

























