Garudapost.id-Geser/ Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali membuktikan konsistensinya dalam memberikan pelayanan prima, terutama dalam pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan. Komitmen ini terlihat jelas dari kesigapan Tim Kesehatan Lapas Geser saat memberikan pemeriksaan medis segera kepada dua orang warga binaan yang menyampaikan keluhan kesehatan di Klinik Lapas, Sabtu (29/8).
Petugas medis yang turut menangani warga binaan, Putricia Natalia Talaud, saat ini sedang menjalani Program Pemagangan sebagai Perawat Kesehatan di Lapas Geser. Ia melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital dengan teliti sembari mendengarkan keluhan warga binaan. Putricia mengaku bersyukur atas kesempatan magang di Lapas Geser ini karena dapat membawa energi positif sekaligus berkontribusi langsung dalam menjaga kesehatan para warga binaan.
“Bagi saya, magang di Lapas Geser bukan sekadar praktik kerja, melainkan wujud pengabdian nyata kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan. Saat memeriksa tanda-tanda vital dan mendengarkan keluhan warga binaan, fokus utama saya adalah memberikan pelayanan kesehatan terbaik agar hak medis mereka terpenuhi secara prima,” tutur Putricia.
Salah seorang warga binaan berinisial RA yang datang memeriksakan kondisi kesehatannya hari ini, turut menyampaikan rasa syukur atas pelayanan yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih dengan adanya layanan kesehatan yang sigap seperti ini. Kami merasa diperhatikan. Tidak hanya diobati saat sakit, tetapi kami juga diberi kesempatan untuk berkonsultasi, mengontrol kesehatan sejak dini, dan diajarkan pola hidup sehat. Ini sangat bermanfaat bagi kami untuk tetap sehat selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, memberikan tanggapan positif atas kinerja tim kesehatan dan kontribusi peserta magang dalam memberikan pelayanan prima bagi Warga Binaan.
“Prioritas kami adalah memastikan hak kesehatan seluruh warga binaan terpenuhi dengan baik. Kesigapan perawat kesehatan, dibantu oleh energi positif dari adik-adik peserta magang, adalah kunci pelayanan yang efektif. Kehadiran perawat magang memberikan nuansa baru dan membantu mempercepat jangkauan layanan,” ujar Nober.
Nober menambahkan bahwa program magang di Lapas Geser merupakan bentuk sinergi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, lapas mendapatkan bantuan tenaga kesehatan. Di sisi lain, peserta magang mendapatkan pengalaman berharga dalam praktik keperawatan, mampu mengimplementasikan inovasi di lingkungan Pemasyarakatan, sekaligus menanamkan nilai-nilai pengabdian masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Melalui pelayanan ini, Lapas Geser terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan maupun edukasi pola hidup sehat kepada warga binaan. Tujuannya agar mereka dapat menjaga kesehatan secara individu, yang pada akhirnya berdampak positif bagi lingkungan serta mendukung kelancaran program pembinaan di Lapas.

























