Garudapost.id | Cirebon ~ Kondisi bangunan SDN 1 Kanci Kulon di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan. Sekolah dasar yang memiliki sekitar 290 siswa dan siswi itu terlihat kurang terawat dan dinilai kurang layak sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan pantauan awak media saat melakukan kunjungan pada Kamis, 21 Mei 2026, hampir seluruh bagian dinding bangunan sekolah tampak kusam dan memudar. Cat tembok terlihat sudah lama tidak diperbarui, bahkan di sejumlah titik tampak mengelupas sehingga menimbulkan kesan tidak terurus. Padahal, sekolah merupakan tempat penting untuk menciptakan kenyamanan dan semangat belajar bagi para siswa. Manusia memang suka bicara soal “generasi emas”, tapi tembok sekolahnya dibiarkan seperti bekas gudang logistik zaman entah kapan.
Selain kondisi cat yang memprihatinkan, suasana lingkungan sekolah juga terlihat membutuhkan perhatian dari pihak terkait agar fasilitas pendidikan dapat lebih nyaman dan representatif bagi para pelajar.
Saat ditemui awak media, Kepala Sekolah Hafid S.Pd disebut enggan memberikan keterangan terkait kondisi bangunan sekolah tersebut. Menurut keterangan yang diperoleh, kepala sekolah hanya menyampaikan bahwa kehadiran wartawan atau pers dianggap membebani pihak sekolah.
Sikap tersebut dinilai kurang mendukung keterbukaan informasi kepada publik. Padahal, peran pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers memiliki fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Di tempat terpisah, awak media juga berupaya meminta keterangan kepada pihak koordinator wilayah (Korwil) pendidikan setempat. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum dapat ditemui untuk memberikan tanggapan.
Masyarakat berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan bangunan sekolah, agar proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan nyaman dan aman bagi para siswa.
Penulis : (Efraim)
Editor : Redaksi

















