Garudapost.id | Muscat, Oman, 1 April 2026 – Mufti Kesultanan Oman, Khalid bin Hilal Al-Khalili, mengecam keras penutupan Masjid Al-Aqsha dan kekejaman Israel terhadap warga Palestina. Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (1/4), Al-Khalili mempertanyakan diamnya umat Islam dan mempertanyakan apakah hati nurani manusia sudah mati.
“Apakah hati nurani manusia sudah mati? Apakah rasa cemburu agama sudah habis? Ini adalah keluhan kami kepada Allah,” kata Al-Khalili. Dia menyerukan agar umat Islam bersatu dan mengambil tindakan untuk membela Palestina dan Masjid Al-Aqsha.
Al-Khalili juga mengecam keras tindakan Israel yang dianggap melanggar hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Dia meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kekejaman Israel dan membuka kembali Masjid Al-Aqsha.
Masjid Al-Aqsha telah beberapa kali ditutup oleh Israel dalam beberapa tahun terakhir, memicu protes dan kecaman dari komunitas internasional. Penutupan terbaru terjadi pada Maret 2026, memicu kecaman dari Mufti Oman dan pemimpin lainnya.
Pernyataan Al-Khalili disambut dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi Islam dan negara-negara Arab. Mereka menyerukan agar komunitas internasional mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kekejaman Israel dan membela hak-hak Palestina.
Penutupan Masjid Al-Aqsha telah memicu ketegangan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan warga Palestina. Komunitas internasional diminta untuk mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kekejaman Israel dan membuka kembali Masjid Al-Aqsha.
“Pernyataan Mufti Oman sangat tepat. Kami mendukung seruan untuk menghentikan kekejaman Israel dan membuka kembali Masjid Al-Aqsha,” kata pemimpin organisasi Islam, Ahmed Badawi.
“Kami akan terus mendukung perjuangan Palestina dan membela hak-hak mereka,” kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan. (Redaksi)




