Panyaweuyan selain Wisata ternyata Sentra Pertanian Bawang Merah.

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, GarudaPost.id ~ Kecamatan Argapura tidak saja terkenal dengan obyek wisata alam tapi juga merupakan sentra petani bawang merah. Di obyek wisata Panyaweuyan ada sekitar 10 hektar lahan yang ditanami bawang merah. Komoditas bawang merah jenis “karet” tersebut menjadi salah satu andalan pertanian setempat.

 

Berdasarkan keterangan petani, Mangku (54) mengatakan di obyek wisata panyaweuyan dari dulu selalu ditanami bawang merah dan bawang daun. Musim tanam pertama dimulai pada November hingga Januari, dengan masa panen berlangsung pada Februari. Selanjutnya, musim tanam kedua dilaksanakan pada Maret hingga Mei dan diperkirakan panen pada Juni.

 

Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berada di kisaran Rp22.000 per kilogram.

 

Menurutnya harga tersebut tergolong cukup rendah, meskipun mereka tetap berharap adanya kestabilan harga agar keuntungan yang diperoleh bisa maksimal.

Sekarang harga sekitar Rp22 ribu per kilo. Lumayan, tapi kami berharap bisa stabil, jangan turun saat panen raya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

 

Sementara itu, pihak Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka menyampaikan bahwa kondisi harga saat ini masih dalam kategori wajar dan relatif stabil.

 

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, memberikan apresiasi terhadap para petani bawang merah di wilayah wisata yang dinilai konsisten menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

 

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong petani untuk menjaga kualitas produksi serta mengatur pola tanam agar tidak terjadi panen bersamaan yang dapat menekan harga di pasaran.

 

Produksi bawang merah dari panyaweuyan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pasokan bawang di wilayah Majalengka dan sekitarnya.,” ujar Gatot.

 

Camat Argapura, Ridwan Mochamad Ramdhani mengatakan dengan luasan sekitar 10 hektare, potensi produksi di Panyaweuyan bisa mencapai 80 hingga 120 ton dalam satu kali panen apabila kondisi tanaman optimal.

 

Kami sangat mengapresiasi kerja keras para petani di Panyaweuyan. Komoditas bawang merah ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Argapura selain dari obyek wisata,ujarnya.

 

Selain di Payaweuyan juga sentra komoditas pertanian bawang merah ada di Desa Sukasari Kidul, Sagara , Teja dan Sukasari kaler.

 

Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan akan terus bersinergi dengan dinas terkait untuk mendukung sektor pertanian, termasuk dalam hal pendampingan, infrastruktur, serta akses pemasaran hasil panen.

Facebook Comments Box

Penulis : (M.Nur.R)

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Apel Kesiapan May Day 2026, Polres Tegal Tegaskan Pengamanan Humanis dan Terukur
Polres Badung bersama Jajaran Polsek Berhasil Mengungkap Kasus C3
Polres Badung Bekuk 63 Tersangka Tindak Pidana Penyalagunaan Narkoba 
Di duga pemasangan jaringan wifi RIZKY NET WORK tidak mengantongi perijinan resmi
Percepat Akses Transportasi, TMMD Laksanakan Pembersihan Jalan di Umbu Wango
Satgas TMMD ke-128 Kodim 1629/SBD Turunkan Alat Pembuatan Sumur Bor di Umbu Wango
Patroli Harkamtibmas Ditingkatkan, Samapta Polsek Abiansemal Sambangi Perbankan BRI & Jalur Sepi
selama 20 tahun cacat kaki seorang pemuda mengharap bantuan dari Pemkab ,dengan kaki sambung

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:02

Apel Kesiapan May Day 2026, Polres Tegal Tegaskan Pengamanan Humanis dan Terukur

Kamis, 30 April 2026 - 15:20

Polres Badung bersama Jajaran Polsek Berhasil Mengungkap Kasus C3

Kamis, 30 April 2026 - 14:46

Polres Badung Bekuk 63 Tersangka Tindak Pidana Penyalagunaan Narkoba 

Kamis, 30 April 2026 - 13:14

Di duga pemasangan jaringan wifi RIZKY NET WORK tidak mengantongi perijinan resmi

Kamis, 30 April 2026 - 09:06

Percepat Akses Transportasi, TMMD Laksanakan Pembersihan Jalan di Umbu Wango

Berita Terbaru