Tegal – jateng || garudapost. Id
Suradadi , Aktivis lingkungan hidup Pengayom Hayati Hijau Indonesia yang dikenal dengan nama Bravo Mawar Hijau resmi meluncurkan program ketahanan pangan berbasis energi listrik di Desa Jatibogor, Kecamatan Surodadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Program yang digagas Ketua Umum Bravo Mawar Hijau, Bapak Daryanto, bersama mitra Aliansi Kelompok Tani Mawar Hijau ini diresmikan di Sekretariat Ds. Jatibogor RT 01 RW 06, Pedukuhan Jatimerta, Jl. Laban, Kec. Surodadi.
Inovasi Pompa Tanpa BBM Jawab Kelangkaan Solar
Merespons sulitnya akses BBM bagi petani, Bravo Mawar Hijau mencetuskan solusi teknologi tepat guna: pompa air berkapasitas 10 inci yang digerakkan inverter dan dinamo 1 phase dengan daya listrik 11.000 watt tanpa bahan bakar minyak.
“Ini bukan sekadar pompa. Ini bukti pemikiran mantap yang bermanfaat untuk petani. Ke depan bisa jadi percontohan nasional,” ujar perwakilan Kelompok Tani Mawar Hijau.
Langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang digadang-gadang Presiden Prabowo Subianto melalui misi Asta Cita, khususnya pembangunan dari desa untuk mencapai kemandirian ekonomi dan ekologi berkelanjutan.
Manfaatkan Sungai Cacaban, 200 Ha Sudah Mengalir
Program ini memanfaatkan aliran Sungai Cacaban untuk mengairi lahan pertanian petani. Target cakupan 500 hektar sawah, dan saat ini 200 hektar sudah berjalan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh petani.
Dengan pasokan air yang stabil tanpa tergantung BBM, produktivitas lahan di Jatibogor ditargetkan meningkat, biaya tanam lebih efisien, dan petani lebih berdaya.
Sinergi dengan PLN Tegal Timur
Untuk memastikan pasokan energi stabil, Bravo Mawar Hijau telah berkoordinasi dengan PLN ULP Tegal Timur dengan daya tersambung 11.000 watt. Hasilnya, program berjalan sinergis di lapangan tanpa kendala.
PLN merespons positif karena program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ketahanan pangan nasional.
Menunggu Respons Pemprov Jateng
Meski program ini mengangkat dan mendukung agenda pemerintah, pengajuan Bravo Mawar Hijau ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum mendapat respons hingga saat ini. Padahal model ini dinilai layak menjadi percontohan ketahanan pangan berbasis energi bersih di Jawa Tengah.
“Kami berharap program yang lahir dari keresahan petani ini bisa didukung penuh pemerintah daerah. Ini bukan hanya soal air, tapi soal kedaulatan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar perwakilan Bravo Mawar Hijau.
Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pertanian, Pemerintah Desa Jatibogor, Camat Surodadi, serta Koramil dan Polsek setempat.
Salam Indonesia Lestari – Bravo Mawar Hijau Peduli Petani
Penulis : M. Ali
Editor : Red jateng

















