GARUDAPOST.ID | JAKARTA – Pengamat Politik Internasional dari Universitas Paramadina, Tofan Mahd, menyatakan bahwa kemenangan Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat akan mengubah peta geopolitik Timur Tengah sekaligus memperbesar peluang Palestina untuk menjadi negara merdeka.
Menurut Tofan, posisi Iran sebagai kekuatan penyeimbang di kawasan mampu menggeser dominasi AS dan sekutunya di Timur Tengah. Pergeseran itu diyakini dapat membuka ruang diplomasi baru bagi perjuangan kemerdekaan Palestina di forum internasional.
“Timur Tengah akan berubah dan Palestina akan lebih berpeluang untuk menjadi negara merdeka jika Iran menang,” kata Tofan saat menganalisis eskalasi Iran-AS.
Ia menegaskan, peluang tersebut tetap relevan meskipun nama Palestina tidak dicantumkan secara eksplisit dalam proposal Iran terkait penghentian perang dengan AS. Bagi Tofan, pengaruh kemenangan Iran tidak diukur dari klausul proposal, melainkan dari perubahan struktur kekuatan kawasan.
“Proposal boleh tidak menyebut Palestina, tapi kemenangan Iran akan memberi efek domino politik. Negara-negara pendukung Palestina akan punya daya tawar lebih kuat,” ujarnya.
Analisis ini muncul di tengah memanasnya hubungan Iran-Israel-AS dan berlarutnya krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Hingga kini, upaya internasional untuk mewujudkan solusi dua negara bagi Palestina-Israel belum mencapai titik terang. (Redaksi)










