GARUDAPOST.ID – Upaya menyelamatkan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan di wilayah pedalaman terus dilakukan. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Balingga, Gerius Wanimbo, mengungkapkan perjuangannya mengaktifkan kembali sekolah yang sempat vakum hingga kini mulai berkembang, pada Rabu (01/04/2026).
Gerius Wanimbo menjelaskan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah pada tahun 2023, kondisi SMA Negeri 1 Balingga sangat memprihatinkan. Sekolah tersebut tidak berjalan aktif, jumlah siswa tidak jelas, bahkan lokasi sekolah berpindah-pindah.
Setelah menerima penugasan melalui nota dinas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya, ia mulai melakukan langkah awal dengan membangun komunikasi bersama kepala kampung, komite sekolah, tokoh pemuda, serta intelektual setempat.
“Kami mulai dari nol, melakukan negosiasi dan rapat bersama masyarakat agar sekolah ini bisa diaktifkan kembali setelah sekian lama tidak berjalan,” ujarnya.
Hasilnya, pada tahun ajaran 2023, pihak sekolah membuka pendaftaran peserta didik baru dengan memanfaatkan gedung lama SMP Negeri 1 Balingga. Saat itu, jumlah siswa yang berhasil direkrut sebanyak 15 orang.
Seiring berjalannya waktu, Gerius terus melakukan lobi kepada pemerintah daerah maupun pusat guna meningkatkan fasilitas pendidikan. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya memberikan bantuan satu unit gedung dengan dua ruang kelas.
Selain itu, melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, sekolah kembali mendapatkan tambahan fasilitas berupa gedung perpustakaan, tiga unit toilet, serta dukungan sarana pembelajaran seperti televisi layar digital, jaringan internet Starlink, dan laptop.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar siswa, seperti penyediaan seragam sekolah, batik, rapor, hingga album. Pada tahun ini, sekolah juga menyediakan penerangan listrik tenaga surya (solar cell) berkapasitas 24 jam serta alat tulis kantor (ATK) melalui dana BOS.
Dalam mendukung proses belajar mengajar, SMA Negeri 1 Balingga saat ini memiliki empat tenaga pendidik, yakni Gerius Wanimbo sebagai kepala sekolah, Yunus Yikwa (guru PNS), serta Delinus Tabuni dan Rodi Werengga sebagai guru honorer.
Gerius berharap, meskipun berada di wilayah pedalaman, kualitas pendidikan di Balingga dapat bersaing dengan sekolah di perkotaan. Ia menekankan pentingnya investasi di bidang pendidikan sebagai upaya memutus ketertinggalan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kami ingin pendidikan di pedalaman juga maju dan mampu bersaing. Investasi manusia jauh lebih berharga dari segalanya,” tegasnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya, dapat terus memberikan dukungan terhadap program dan sarana prasarana pendidikan yang berdampak langsung pada kemajuan generasi muda di daerah tersebut.(*)

















