Janji Nikahi Merenggut Keperawanan, Mahasiswi Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng Saat Kekasih Dekati Wanita Lain; Oknum Asal Sumut Dibina dan Dimediasi

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id | PALANGKA RAYA – Sebuah kisah asmara berujung permasalahan serius menimpa seorang mahasiswi berinisial Bunga (21), warga Kabupaten Gunung Mas yang kini menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Palangka Raya. Ia mendatangi layanan Cak Sam Polda Kalimantan Tengah untuk mengadukan kekasihnya, berinisial Kumbang (21), mahasiswa asal Sumatera Utara yang berkuliah di kampus sama. Kumbang diduga mengingkari janji menikah setelah merenggut keperawanannya, dan belakangan ini terlihat dekat dengan perempuan lain, Sabtu (09/05/2026).

Bunga menceritakan, hubungan keduanya telah terjalin hampir satu tahun. Di awal hubungan, Kumbang kerap merayu dan membujuknya untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan memberikan janji manis akan segera menikahinya. Hubungan intim pertama kali dilakukan di kediaman teman Kumbang, dan terus berulang berkali-kali hingga kemudian Bunga menyerahkan keperawanannya demi kepercayaan pada janji tersebut.

Namun, beberapa bulan terakhir ini sikap Kumbang berubah drastis. Ia memutuskan hubungan secara sepihak dan diketahui mulai menjalin kedekatan spesial dengan seorang mahasiswi satu kampus bernama Melati (21), yang kebetulan juga berasal dari daerah asalnya di Sumatera Utara. Keputusan itu tentu ditolak keras oleh Bunga, yang merasa telah dikhianati setelah memberikan segalanya, hingga akhirnya ia memilih curhat dan meminta perlindungan serta penyelesaian ke Cak Sam Polda Kalteng.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cak Sam, saya sedang mengalami permasalahan pribadi yang sudah cukup lama berlangsung dan berdampak besar terhadap kondisi mental, perkuliahan, serta kehidupan sehari-hari saya. Permasalahan ini berawal dari hubungan saya dengan seorang laki-laki teman kuliah saya. Selama hubungan tersebut, telah terjadi banyak persoalan yang membuat saya dan keluarga merasa perlu mencari penyelesaian secara serius,” ungkap Bunga saat menceritakan kronologi kejadian.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya masih menyimpan berbagai bukti pendukung, mulai dari rekaman percakapan, dokumentasi foto, hingga rekaman suara yang berkaitan dengan hubungan dan janji yang pernah diucapkan Kumbang. Sebelum datang ke Polda, Bunga dan keluarganya sebenarnya sudah berupaya menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, namun tidak menemukan jalan keluar hingga akhirnya memutuskan mencari arahan hukum dan penyelesaian yang jelas.

“Selama beberapa bulan terakhir, saya dan keluarga sebenarnya sudah mencoba menyelesaikan masalah ini secara baik-baik melalui komunikasi, namun sampai sekarang belum menemukan titik terang. Karena itu, hari ini keluarga kami memutuskan untuk meminta arahan dan penanganan lebih lanjut agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan jelas dan baik. Jika diperkenankan, saya siap memberikan penjelasan lebih lengkap beserta kronologi dan bukti yang saya miliki,” tambahnya.

Menanggapi pengaduan tersebut, pihak Cak Sam Polda Kalteng segera mempertemukan kedua belah pihak, lengkap dengan kehadiran Melati yang diduga menjadi pihak ketiga dalam hubungan tersebut. Dalam pertemuan mediasi dan pembinaan tersebut, Kumbang ditegur dan diingatkan akan janji-janjinya serta tanggung jawab moralnya kepada Bunga, terlebih kedua orang tua dari kedua belah pihak pun sudah mengetahui hubungan tersebut.

Sementara itu, Melati juga mendapatkan nasihat keras agar memahami situasi dan tidak lagi menjalin hubungan atau mendekati Kumbang demi kebaikan semua pihak.

Setelah melalui proses pembinaan dan mediasi yang cukup panjang, akhirnya Kumbang menyadari kesalahannya. Ia berjanji akan menepati janji lamanya untuk menikahi Bunga, sekaligus meminta maaf secara tulus atas sikap dan kelakuannya yang telah menyakiti hati perempuan tersebut. Demikian pula dengan Melati, ia pun meminta maaf atas keterlibatannya dan berjanji akan menjauh serta tidak lagi berhubungan dengan Kumbang demi mengakhiri persoalan ini.

Kasus ini pun selesai melalui jalur kekeluargaan dan mediasi dengan kesepakatan bersama, serta menjadi pelajaran berharga bagi para mahasiswa untuk menjaga perilaku, norma kesusilaan, dan bertanggung jawab atas setiap ucapan dan perbuatan yang dilakukan.

 

Narasumber : Cak Sam.

Dari Murung Raya : Priadi Garudapost.id

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Masyarakat dan APDESI Kotawaringin Lama Sampaikan Enam Tuntutan, Desak Pemerintah Pusat Tangani Karhutla Secara Nyata
Puluhan Warga Dari 15 Desa Gelar Aksi Damai Di Pangkalan Bun, Desak Penanganan KARHUTLA Secara Serius Dan Menyeluruh
Saudara Selpani Resmi Berislam,Kini Dikenal Dengan Nama Selpani Safiyyah  
Camat Kotawaringin Lama Ungkap Api Karhutla Mendekati Permukiman, Pos Pelayanan Kesehatan Didirikan untuk Warga Terdampak Asap
Karhutla Kepung Kotawaringin Barat, Relawan Kewalahan dan Api Dikabarkan Mendekati Permukiman Warga
54 Ribu Hektare Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Relawan Memohon Bantuan Water Bombing kepada Pemerintah
Ditengah Kemarau Panjang Masyarakat Kobar Selain Krisis Air Bersih Juga Harus Menghirup Asap Karhutla Dan Langkanya BBM
Ditengah Kemarau Panjang Masyarakat Kobar Selain Krisis Air Bersih Juga Harus Menghirup Asap Karhutla Dan Langkanya BBM
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:26

Masyarakat dan APDESI Kotawaringin Lama Sampaikan Enam Tuntutan, Desak Pemerintah Pusat Tangani Karhutla Secara Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:38

Puluhan Warga Dari 15 Desa Gelar Aksi Damai Di Pangkalan Bun, Desak Penanganan KARHUTLA Secara Serius Dan Menyeluruh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06

Saudara Selpani Resmi Berislam,Kini Dikenal Dengan Nama Selpani Safiyyah  

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:15

Camat Kotawaringin Lama Ungkap Api Karhutla Mendekati Permukiman, Pos Pelayanan Kesehatan Didirikan untuk Warga Terdampak Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:16

Karhutla Kepung Kotawaringin Barat, Relawan Kewalahan dan Api Dikabarkan Mendekati Permukiman Warga

Berita Terbaru

Kabupaten Manokwari

FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik

Minggu, 18 Okt 2026 - 09:10