Garudapost.id – Gorontalo – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII semakin menegaskan posisi Gorontalo sebagai pusat perhatian nasional. Sejumlah gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, hingga wali kota dari berbagai daerah di Indonesia tercatat telah berada di Gorontalo maupun dijadwalkan tiba dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data panitia, sedikitnya tiga gubernur dipastikan akan menghadiri rangkaian kegiatan PENAS XVII. Mereka adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Maluku, dan Gubernur Maluku Utara yang dijadwalkan tiba di Gorontalo pada 23 Juni 2026.
Selain itu, kehadiran para wakil gubernur juga menambah semarak ajang nasional tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan dan Wakil Gubernur Papua Selatan.
Tak hanya tingkat provinsi, antusiasme juga ditunjukkan para kepala daerah kabupaten dan kota. Sejumlah bupati yang telah berada di Gorontalo maupun dijadwalkan hadir antara lain Bupati Kotawaringin Barat, Bupati Gayo Luwes, Bupati Sumbawa, Bupati Wajo, Bupati Bantaeng, Bupati Maros, Bupati Bombana, Bupati Nunukan, Bupati Pandeglang, Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Bupati Simalungun, serta Bupati Sleman yang dijadwalkan berada di Gorontalo hingga 25 Juni.
Sementara itu, beberapa kepala daerah yang akan tiba pada 23 Juni antara lain Bupati Halmahera Timur, Bupati Morowali, Bupati Halmahera Utara, Bupati Malinau, serta Wali Kota Tarakan.
Kehadiran para wakil kepala daerah juga cukup signifikan. Tercatat Wakil Bupati Luwu Timur, Kotawaringin Barat, Kutai Timur, Sorong, Katingan, Kutai Barat, Majene, Pasangkayu, Mamasa, Mamuju Tengah, serta Wakil Wali Kota Tual turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Tidak hanya unsur eksekutif, keterlibatan legislatif daerah juga mulai terlihat dengan hadirnya anggota DPRD Kabupaten Pesawaran yang turut mengikuti agenda nasional tersebut.
Tingginya partisipasi pimpinan daerah dari berbagai penjuru Indonesia menunjukkan besarnya perhatian terhadap PENAS XVII sebagai wadah pertukaran pengetahuan, inovasi, teknologi pertanian dan perikanan, sekaligus memperkuat jejaring antardaerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kehadiran para pemimpin daerah tersebut juga diharapkan membawa dampak positif bagi promosi potensi Gorontalo serta menggerakkan sektor ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas kunjungan selama penyelenggaraan PENAS XVII berlangsung.
Dengan semakin banyaknya kepala daerah yang mengonfirmasi kehadiran, PENAS XVII tidak hanya menjadi ajang petani dan nelayan terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi momentum strategis mempererat kolaborasi pembangunan antardaerah dari Sabang hingga Merauke.
















