Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki menggelar Ujian Tengah Semester (UTS) Pendidikan Kesetaraan program Paket A, B, dan C di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Lapas Saumlaki, Senin (6/3).
Kegiatan ini berlangsung pada ruang belajar PKBM diikuti oleh warga binaan yang telah terdaftar sebagai peserta pada setiap jenjang paket yang difasilitasi oleh PKBM Lapas Saumlaki. Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme warga binaan yang terpancar dan semangat warga binaan saat pelaksanaan UTS tersebut. Tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung proses reintegrasi sosial agar warga binaan dapat hidup mandiri dan produktif setelah bebas.
Kepala Lapas Saumlaki, Agung Wibowo menyampaikan bahwa warga binaan berhak mendapat pendidikan dan pemenuhan hak asasi manusia. “Kami berharap setiap warga binaan memanfaatkan hal ini dengan baik dan bukan hanya sekedar pengisi waktu melainkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat”, ujarnya.
Proses ujian berlangsung dengan pengawasan ketat dari petugas Seksi Binadik dan tenaga pengajar PKBM, dengan suasana yang tertib dan kondusif. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menekan angka residivisme dan meningkatkan kualitas kepribadian warga binaan.
Ketua PKBM, Melkianus Jempormasse menjelaskan bahwa PKBM sebagai pemenuhan hak pendidikan warga binaan guna mendapatkan ijazah resmi setara dengan pendidikan formal perlu dilakukannya ujian tengah semester. “Berdasarkan proses pembelajaran yang sering diikuti oleh peserta, perlu adanya evaluasi dalam bentuk ujian tengah semester untuk memantau perkembangan belajar warga binaan”, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan oleh Lapas Saumlaki. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berkomitmen memberikan akses pendidikan seluas-luasnya bagi narapidana dan anak binaan. “Kami mendukung program ini agar warga binaan memiliki bekal ilmu dan ijazah yang setara dengan pendidikan formal, sebagai modal utama mereka saat kembali ke masyarakat nantinya”, tegasnya.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bentuk komitmen Lapas Saumlaki dalam mendorong kualitas pendidikan bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.





