Garudapost.id-Langgur/Suasana berbeda tampak di lapangan blok hunian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual pada Selasa (14/04). Tanpa sekat formalitas yang kaku, Kepala Lapas (Kalapas) Tual, Nurchalis Nur, menggelar forum komunikasi santai bertajuk “Sapa Warga Binaan” untuk mendengarkan langsung aspirasi, keluhan, hingga harapan para penghuni jeruji besi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh hak warga binaan terpenuhi sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan keamanan melalui pendekatan persuasif.
Kalapas Tual, Nurchalis Nur, dalam arahannya menekankan bahwa keterbukaan informasi adalah kunci kondusivitas di dalam Lapas. Ia mempersilakan warga binaan untuk menyampaikan kendala apa pun, mulai dari kualitas makanan, layanan kesehatan, hingga proses pengusulan hak integrasi seperti Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB).
“Kami ingin membangun hubungan yang saling menghargai. Forum ini adalah ruang bagi saudara-saudara untuk bicara jujur. Jika ada layanan yang kurang maksimal atau ada kendala dalam proses administratif, sampaikan langsung kepada saya. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa pungli,” tegas Nurchalis.
Menyambung hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), pimpinan pengamanan, M.Rizal Aras mengingatkan bahwa kenyamanan yang diberikan harus dibayar dengan komitmen menjaga ketertiban. Ia mengapresiasi sikap kooperatif warga binaan yang selama ini menjaga Lapas Tual tetap aman.
“Komunikasi dua arah seperti ini sangat penting bagi stabilitas keamanan. Kami hadir bukan untuk menekan, tapi untuk membina. Namun, saya minta kerja samanya untuk tetap mematuhi aturan, tidak membawa barang terlarang, dan menjaga kebersihan lingkungan blok. Jika lingkungan nyaman, proses pembinaan pun berjalan enak,” ujarnya.
Respon positif datang dari para Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan berinisial ‘RL’, mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan penjelasan langsung mengenai kepastian tanggal usulan integrasinya.
“Biasanya kami segan untuk bertanya, tapi dengan acara santai begini, kami merasa lebih dihargai sebagai manusia. Tadi saya tanya soal syarat PB dan langsung dijelaskan dengan jelas oleh Bapak Kalapas. Ini membuat kami tenang dan makin semangat mengikuti program pembinaan karena ada kepastian kapan bisa pulang ke keluarga,” tutur RL.
Forum komunikasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan fasilitas blok hunian secara bersama-sama. Langkah transparan ini diharapkan dapat terus menjaga harmonisasi antara petugas dan warga binaan di Lapas Kelas IIB Tual.




























