WAMENA, GARUDAPOST.ID – Dalam rangka menyambut Hari Kartini Tahun 2026, BP3OKP – Papua Produktif Provinsi Papua Pegunungan menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Pegunungan, Selasa (22/04/2026), guna mendorong keterlibatan aktif perempuan Lapago dalam sektor ekonomi serta memperkuat perlindungan anak.
Rapat yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Pegunungan tersebut dihadiri jajaran BP3OKP Papua Produktif dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pertemuan adalah meningkatkan peran perempuan sebagai pelaku usaha ekonomi sekaligus merumuskan strategi perlindungan anak berbasis pendidikan karakter yang humanis dan produktif.
Ketua BP3OKP – Papua Produktif bapa Yoyo Iwik Sriyoto, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut disepakati sejumlah agenda strategis. Salah satunya adalah mensinkronkan peluang pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga sektor kontraktor.
“Perempuan Lapago harus menjadi subjek utama dalam pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar objek,” ujarnya.
Selain itu, BP3OKP juga menyatakan dukungan terhadap program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, serta berbagai program ekonomi lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan.
Dalam upaya mempercepat realisasi program, BP3OKP mendorong penguatan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Di bidang perlindungan sosial, rapat tersebut juga menekankan pentingnya sosialisasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak di seluruh wilayah Lapago. Selain itu, BP3OKP berkomitmen untuk membina dan mendidik anak-anak yatim, piatu, terlantar, dan anak jalanan melalui sistem pendidikan berkarakter, berlandaskan nilai keagamaan, serta mengusung semangat Merdeka Belajar.
Penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, stakeholder, serta organisasi lainnya juga menjadi bagian penting dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara berkelanjutan.
Yoyo menegaskan, momentum Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni.
“Kami ingin memastikan peringatan Kartini menjadi titik kebangkitan perempuan Lapago sebagai pelaku ekonomi, sekaligus memastikan anak-anak Papua Pegunungan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan berpendidikan,” tegasnya.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Provinsi Papua Pegunungan dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.(*)
(Penulis : Nelson surabut)










