Sekitar 10 Ribu Lulusan SD di Karawang Berpotensi Tak Tertampung di SMP, Disdikbud Siapkan Solusi PKBM

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Garudapost.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang memprediksi sekitar 10 ribu lulusan Sekolah Dasar (SD) berpotensi tidak tertampung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun Ajaran 2026. Kondisi ini dipicu oleh ketimpangan antara jumlah lulusan SD dengan kapasitas sekolah menengah pertama yang tersedia.

 

Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Sutiawan, mengungkapkan bahwa jumlah lulusan SD tahun ini jauh melampaui daya tampung SMP, baik negeri maupun swasta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data lulusan SD negeri dan swasta tahun ini mencapai 39.420 siswa. Sementara lulusan SMP negeri dan swasta sekitar 29.600 siswa. Ada selisih atau disparitas kurang lebih 10 ribu siswa,” ujar Wawan di Kantor Bupati Karawang, Kamis (25/6/2026).

 

Berdasarkan data Disdikbud, Kabupaten Karawang saat ini memiliki 951 SD negeri dan swasta, 90 SMP negeri, serta 124 SMP swasta. Sementara untuk jenjang pendidikan menengah atas, terdapat 118 SMA dan SMK yang tersebar di berbagai wilayah.

 

Besarnya selisih antara jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Pemerintah daerah pun dituntut untuk segera mengambil langkah strategis agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.

 

Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud Karawang akan melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan daya tampung. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Salah satu alternatif yang telah disiapkan adalah mengarahkan siswa yang belum tertampung di SMP formal ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai jalur pendidikan nonformal yang tetap diakui negara.

 

Disdikbud juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi proses SPMB. Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik agar seluruh lulusan SD tetap memperoleh akses pendidikan yang layak, baik melalui sekolah formal maupun jalur pendidikan kesetaraan.

Facebook Comments Box

Penulis : Asep_Dadang

Editor : Redaksi

Berita Terkait

SMA Negeri 1 Wamena Donasikan Buku Bacaan untuk Sekolah Adat Walelagama
Pemilihan BPD Serentak di Desa Kemiri Berlangsung Aman dan Tertib.
Asmen dan Kaur Operasi PJT II Rengasdengklok Ucapkan Selamat HUT Ke-23 Serikat Karyawan
SMK Mitra Karya Gelar Pengimbasan Pelatihan Gemini Academy Untuk Tingkatkan Kompetensi Digital Guru
9 Anggota BPD Desa Rengasdengklok Selatan Periode 2026–2034 Terpilih, Siap Emban Amanah Masyarakat
Pemkab Karawang Gelar Sosialisasi Pilkades Serentak Digital 2026, Libatkan Forkopimda dan 67 Desa
Sinergi Polri dan Pemkab Majalengka, Pembangunan Jembatan Merah Putih di Jatitujuh Dimulai
Mahasiswa KKN UMPB Dorong Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 5 Warmare
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:09

SMA Negeri 1 Wamena Donasikan Buku Bacaan untuk Sekolah Adat Walelagama

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:55

Pemilihan BPD Serentak di Desa Kemiri Berlangsung Aman dan Tertib.

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:01

Asmen dan Kaur Operasi PJT II Rengasdengklok Ucapkan Selamat HUT Ke-23 Serikat Karyawan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:41

SMK Mitra Karya Gelar Pengimbasan Pelatihan Gemini Academy Untuk Tingkatkan Kompetensi Digital Guru

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:23

9 Anggota BPD Desa Rengasdengklok Selatan Periode 2026–2034 Terpilih, Siap Emban Amanah Masyarakat

Berita Terbaru

Kabupaten Jayawijaya

SMA Negeri 1 Wamena Donasikan Buku Bacaan untuk Sekolah Adat Walelagama

Rabu, 26 Agu 2026 - 09:09