Garudapost.id-Saparua/ Kanwil Ditjenpas Maluku, Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Sportivitas Membangun Integritas, Seni Mempererat Persaudaraan.” Kegiatan diikuti jajaran petugas, Warga Binaan, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Rabu (12/08/2026).
Pembukaan Porseni berlangsung dalam suasana penuh semangat. Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan janji atlet dan wasit, serta sambutan Kepala Lapas. Pembukaan kemudian ditandai secara simbolis melalui tendangan bola pertama oleh Kepala Lapas Kelas III Saparua.
Kalapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa Porseni menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus momentum untuk memperlihatkan sisi pemasyarakatan yang lebih humanis, dinamis, dan penuh semangat kehidupan.
“Lembaga Pemasyarakatan memiliki dua fungsi utama: Pengayoman dan Pembinaan. Selama ini, mungkin kita lebih sering melihat sisi pengamanan yang kaku. Namun, melalui Porseni hari ini, kita ingin menunjukkan wajah lain dari pemasyarakatan: wajah yang humanis, dinamis, dan penuh semangat kehidupan,” ujarnya.
Ia menegaskan, olahraga dan seni bukan sekadar aktivitas fisik atau hiburan. Keduanya dapat menjadi sarana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, menanamkan nilai sportivitas, serta mempererat hubungan antara petugas dan Warga Binaan.
“Menang itu penting, tetapi integritas dan sportivitas jauh lebih utama. Hormati wasit, hormati lawan, dan junjung tinggi aturan permainan. Jangan biarkan emosi mengalahkan akal sehat,” pesannya.
Semangat mengikuti Porseni juga dirasakan Warga Binaan JT (23). Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menyalurkan bakat sekaligus menikmati kebersamaan dalam suasana yang berbeda.
“Saya pribadi sangat semangat sekali ikut kegiatan ini. Menurut saya, kami punya ruang untuk menyalurkan bakat lewat lomba-lomba yang ada. Jadi bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi kami bisa menunjukkan kemampuan yang kami punya dan ikut merasakan suasana yang berbeda,” ujarnya.
Baginya, Porseni menjadi kesempatan untuk saling mendukung dan memberikan kemampuan terbaik. Kegiatan olahraga dan seni juga membuat suasana di lingkungan Lapas terasa lebih hidup, terlebih dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Pembukaan Porseni kemudian dilanjutkan dengan doa dan penghormatan kepada Pembina Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Melalui Porseni dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81, Lapas Saparua terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang positif dengan memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan bakat, membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.

















