Sentuhan Estetis Berharga Jual, Intip Produksi Sabuk Kayu Eboni Unggulan Lapas Tual

Kamis, 17 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Langgur/Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Tual sukses mengasah keterampilan mereka dengan memproduksi kerajinan aksesori fesyen eksklusif berupa ikat pinggang berbahan dasar kayu eboni (kayu arang). Produk unggulan hasil kreasi tangan terampil ini tidak hanya unik, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi dan mulai diminati oleh pasar luas, Kamis (17/09).

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Tual, L. Laitera, menjelaskan bahwa pihak Lapas berkomitmen penuh dalam memfasilitasi seluruh peralatan produksi serta bahan baku eboni berkualitas tinggi untuk menunjang karya para warga binaan.

“Kami melihat potensi besar dari kerajinan kayu ini. Melalui bimbingan kerja yang intensif, kami ingin memastikan bahwa waktu yang mereka habiskan di dalam Lapas adalah waktu untuk bertransformasi menjadi pribadi yang mandiri dan produktif. Produk ikat pinggang kayu eboni ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan tempat tidak membatasi kualitas karya mereka, dan kami siap mendukung pemasarannya agar semakin dikenal luas,” ujar Laitera saat memantau aktivitas di bengkel kerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Manfaat positif dari kegiatan kerja ini dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang warga binaan yang akrab disapa Laser, mengaku sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan dan ruang untuk belajar hal baru selama menjalani masa pidana.

“Awalnya saya ragu dan sama sekali tidak punya keahlian memahat kayu sekeras eboni ini. Namun berkat pelatihan dan bimbingan sabar dari petugas di bengkel kerja, sekarang saya bisa ikut memproduksi ikat pinggang sendiri. Kegiatan ini membuat waktu kami di sini jadi jauh lebih produktif, sekaligus menjadi modal keahlian saya untuk membuka usaha sendiri nanti setelah bebas.” ungkapnya.

Melalui konsistensi program pelatihan kerja seperti kerajinan kayu eboni ini, Lapas Tual berharap stigma negatif terhadap warga binaan perlahan dapat terkikis. Di balik jeruji besi, mereka terbukti mampu melahirkan karya seni bernilai tinggi yang membawa berkah sekaligus harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Bandanaira Koordinasi dengan KUA Banda
Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Lapas Saumlaki Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan
Karya Kreatif Warga Binaan Rutan Ambon, Sulap Batok Kelapa Menjadi Cendera Mata Bernilai
Respon Sanitasi Lingkungan, Lapas Wahai Lakukan Penggalian Septic Tank Mandiri
Antisipasi Barang Terlarang, Lapas Wahai Gandeng Polsek Wahai Gelar Razia Gabungan
Dukung Penguatan Pembimbing Kemasyarakatan, Kabapas Saumlaki Hadiri Pengukuhan DPW IPKEMINDO Maluku
Kanwil Ditjenpas Maluku Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan di Wilayah Kepulauan
Kalapas Geser Jadi Narasumber CoP Kanwil Ditjenpas Maluku, Paparkan Strategi Pembinaan Kemandirian Warga Binaan di Daerah Kepulauan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:35

Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Bandanaira Koordinasi dengan KUA Banda

Kamis, 17 September 2026 - 13:15

Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI, Lapas Saumlaki Perkuat Solidaritas dan Kebersamaan

Kamis, 17 September 2026 - 12:06

Karya Kreatif Warga Binaan Rutan Ambon, Sulap Batok Kelapa Menjadi Cendera Mata Bernilai

Kamis, 17 September 2026 - 11:48

Antisipasi Barang Terlarang, Lapas Wahai Gandeng Polsek Wahai Gelar Razia Gabungan

Kamis, 17 September 2026 - 10:14

Sentuhan Estetis Berharga Jual, Intip Produksi Sabuk Kayu Eboni Unggulan Lapas Tual

Berita Terbaru