SOROT! Bangunan Permanen di Atas Drainase Yos Sudarso Makassar Dipertanyakan, Dikhawatirkan Ganggu Aliran Air

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, 15 September 2026 — Keberadaan bangunan permanen yang berdiri di atas saluran drainase di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, mendapat sorotan dari Wakil Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan Hidup LSM PERAK Indonesia, Andi Syam.

Sorotan tersebut berkaitan dengan fungsi drainase sebagai saluran pengaliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Keberadaan bangunan di atas saluran dinilai berpotensi membatasi akses untuk melakukan pemeriksaan dan pembersihan apabila terjadi penumpukan sampah, lumpur, maupun sedimentasi.

Andi Syam mengatakan, kondisi drainase tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan persoalan ketika musim hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampah di bawah bangunan permanen susah dibersihkan,” ujar Andi Syam

Menurutnya, keterbatasan akses pembersihan dapat menyebabkan sampah dan material yang terbawa aliran air menumpuk di dalam saluran. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan mengurangi kapasitas aliran drainase dan berpotensi berkontribusi terhadap terjadinya genangan.

“Kita berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi genangan atau masalah saat hujan deras. Kondisi drainase perlu diperiksa sejak awal,” katanya.

LSM PERAK Indonesia meminta Pemerintah Kota Makassar melalui instansi terkait melakukan peninjauan lapangan terhadap kondisi drainase di lokasi tersebut.

Selain memeriksa kondisi fisik saluran, pemerintah juga dinilai perlu memastikan status bangunan, termasuk dasar pemanfaatan ruang di atas saluran drainase serta aspek perizinannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai ketika hujan deras, saluran tidak mampu mengalirkan air karena tersumbat dan sulit dibersihkan. Ini yang harus diantisipasi sejak awal,” ujar Andi Syam.

Ia berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan lapangan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai kondisi serta status bangunan tersebut.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan fungsi drainase tetap berjalan dengan baik sekaligus mencegah potensi persoalan lingkungan di kemudian hari.

Namun demikian, keberadaan bangunan tersebut belum dapat dinyatakan melanggar aturan sebelum dilakukan pemeriksaan dan terdapat keterangan resmi dari instansi yang berwenang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kota Makassar maupun instansi terkait mengenai status perizinan bangunan, dasar pemanfaatan area di atas drainase, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Kota Makassar, pemilik atau pengguna bangunan, maupun pihak terkait lainnya sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan sesuai prinsip jurnalistik.

Facebook Comments Box

Penulis : Nur

Sumber Berita: Andi syam

Berita Terkait

Bonto Salluang Jadi Kampung Pancasila 2026, Bupati Bantaeng Apresiasi Sinergi TNI dan Pemerintah
Sinergi Pengawasan BBM Bersubsidi Diperkuat, Pemkab Bantaeng Ikuti Monev Bersama Pemprov Sulsel
Antrian Kendaraan Mengular di SPBU 74.902.17 Makassar, Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Pertalite
Harga LPG 3 Kg di Nuri Baru Diduga Melonjak di Atas HET, Pemilik Pangkalan Belum Merespon
Pimpin Upacara Haornas ke-43, Wabup Bantaeng Tekankan Pentingnya Budaya Hidup Aktif dan Sehat
Hadiri Maulid Akbar Kemenag, Bupati Bantaeng Ajak Bersama Wujudkan Bantaeng Bangkit, Maju dan Religius
Wabup Bantaeng Buka Edukasi Keuangan OJK, Dorong Peningkatan Literasi Finansial UMKM dan Masyarakat
Warga Yos Sudarso Keluhkan LPG 3 Kg Langka dan Tembus Rp25 Ribu di Makassar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:12

SOROT! Bangunan Permanen di Atas Drainase Yos Sudarso Makassar Dipertanyakan, Dikhawatirkan Ganggu Aliran Air

Senin, 14 September 2026 - 22:05

Bonto Salluang Jadi Kampung Pancasila 2026, Bupati Bantaeng Apresiasi Sinergi TNI dan Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 21:41

Sinergi Pengawasan BBM Bersubsidi Diperkuat, Pemkab Bantaeng Ikuti Monev Bersama Pemprov Sulsel

Minggu, 13 September 2026 - 08:38

Antrian Kendaraan Mengular di SPBU 74.902.17 Makassar, Warga Keluhkan Sulit Mendapatkan Pertalite

Kamis, 10 September 2026 - 08:31

Harga LPG 3 Kg di Nuri Baru Diduga Melonjak di Atas HET, Pemilik Pangkalan Belum Merespon

Berita Terbaru

Sumatra Utara

Kecelakaan Maut di Bypass Balige, Dua Kakak Adik Meninggal Dunia

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:34

Sumatra Utara

BPBD Toba Akui Keterbatasan SDM dan Peralatan Tangani Bencana

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:07