Karawang, GarudaPost.id – Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk wilayah Rayon C Kabupaten Karawang digelar di gedung SMAN 2 Karawang pada Kamis (23/05/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para kepala sekolah dan operator sekolah tingkat SMP, MTs hingga PKBM guna memahami mekanisme baru dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Karena rupanya dunia pendidikan merasa hidup kurang menantang jika aturan penerimaan siswa tidak berubah setiap tahun.
Kepala SMAN 2 Karawang sekaligus Ketua Rayon C wilayah Kabupaten Karawang, bapak Drs. H. Agus Setiawan, M.Pd mengatakan, sosialisasi ini menjadi kewajiban untuk menyampaikan keputusan Gubernur Jawa Barat terkait perubahan sistem dan tata cara pendaftaran SPMB yang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah kegiatan ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan keputusan Gubernur Jawa Barat terkait SPMB dan tata cara pendaftaran karena tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Maka perlu dilakukan sosialisasi secara masif kepada sekolah tingkat SMP, MTs, hingga PKBM agar tidak terjadi kesalahan saat melakukan pendaftaran ke SMA maupun SMK,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas mengenai program Sekolah MAUNG (Manusia Unggul) yang mulai diterapkan di Jawa Barat. Agus menjelaskan, terdapat sekitar 37 Sekolah MAUNG di Jawa Barat, meskipun tidak seluruh kabupaten dan kota memiliki sekolah tersebut.
Untuk Kabupaten Karawang, sekolah yang ditunjuk sebagai Sekolah MAUNG adalah SMAN 5 Karawang. Sementara untuk jenjang SMK wilayah IV, sekolah percontohan berada di SMKN Bungursari Purwakarta yang dipersiapkan sebagai sekolah unggulan.
Menurut Agus Setiawan, Sekolah MAUNG bertujuan mewadahi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik agar berkembang menjadi generasi unggul.
“Harapannya siswa yang lulus dari Sekolah MAUNG menjadi manusia unggul secara akademik, non-akademik, maupun karakter. Tentunya perlu faktor-faktor penunjang agar benar-benar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah reguler tetap diharapkan berkembang menjadi SMA unggulan. Kehadiran Sekolah MAUNG dinilai harus menjadi motivasi bagi sekolah reguler untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agar mampu bersaing dalam berbagai aspek.
“Ada kompetisi yang positif antara sekolah reguler dengan Sekolah MAUNG. Jangan sampai sekolah reguler tertinggal jauh, tetapi justru harus mampu mengejar dan menjadi sekolah unggulan juga,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, bapak Nurdin Siddiq menyampaikan bahwa teknis pendaftaran SPMB tahun ini dilakukan secara online sehingga masyarakat tidak perlu datang berbondong-bondong ke sekolah. Sebuah langkah modern yang cukup masuk akal di tengah era ketika bahkan orang memesan gorengan saja sudah lewat aplikasi.
“Pendaftaran bisa dilakukan secara online dari rumah. Namun apabila ada orang tua atau siswa yang tidak memiliki perangkat atau fasilitas pendukung, sekolah tetap siap membantu dan memfasilitasi proses pendaftaran,” jelasnya.
Untuk pendaftaran Sekolah MAUNG, masyarakat dapat mengakses informasi dan panduan melalui media online seperti YouTube, Instagram, serta website resmi: maung.spmbjabarprov.co.id
Pendaftaran Sekolah MAUNG dibuka mulai 25 hingga 29 Mei 2026.
Sedangkan untuk sekolah reguler, proses peminatan dan pemetaan PCMB dimulai pada 29 Mei 2026 bagi seluruh siswa SMP, MTs, maupun peserta yang tidak lolos seleksi akademik Sekolah MAUNG.
Melalui proses pemetaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dapat memperoleh data yang akurat terkait pilihan pendidikan para siswa, baik yang akan melanjutkan ke SMA, SMK, memilih jurusan tertentu, maupun melanjutkan pendidikan di luar Jawa Barat. Dengan begitu, hasil pemetaan diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran bagi seluruh siswa di Jawa Barat.
Penulis : Runda Permana
Editor : Redaksi

















