Terinspirasi RSA Laksamana Malahayati, Bupati Jepara Ingin Punya Puskesmas Terapung untuk Karimunjawa

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Jateng ||garudapost.id

Bupati Jepara H. Witiarso Utomo meninjau langsung layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati di Pelabuhan Jepara, Senin (6/4/2026). Kehadiran kapal kemanusiaan milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut menjadi bagian dari rangkaian misi sosial di pesisir Jawa yang pelaksanaannya bertepatan dengan momentum peringatan bulan kelahiran pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini.

”Kami menyambut baik dan sangat mendukung kehadiran kapal Laksamana Malahayati ini di Jepara, terima kasih PDI Perjuangan yang telah menginisasi. Ini adalah langkah nyata dalam membantu akses kesehatan masyarakat kami,” ujar Mas Wiwit sapaan akrab Witiarso Utomo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak bersandar pada Kamis lalu dan melakukan pelayanan mulai Sabtu hingga hari ini, tim medis mencatat sebanyak 700 warga telah mendapatkan layanan medis. Berdasarkan rekapitulasi data pasien, penyakit hipertensi menjadi keluhan yang paling banyak ditangani, disusul oleh Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Mengingat lokasinya di tanah kelahiran Kartini, kapal ini secara khusus juga memprioritaskan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Secara teknis, kapal yang telah berlayar sejak Desember tahun lalu ini dilengkapi dengan fasilitas enam tempat tidur perawatan. Namun, akibat kondisi kedalaman dermaga Jepara yang dangkal, seluruh aktivitas pelayanan kesehatan dialihkan ke area aula pelabuhan guna memudahkan aksesibilitas warga.

Bupati menekankan bahwa inovasi layanan kesehatan seperti ini sangat relevan untuk diterapkan di wilayahnya yang memiliki karakteristik pesisir dan kepulauan.

”Melihat efektivitas kapal ini, kami harap Dinas Kesehatan untuk segera mendesain Puskesmas Terapung bagi warga di Karimunjawa. Harapan kami nantinya layanan kesehatan untuk warga di pulau-pulau terluar seperti Pulau Nyamuk dan Pulau Parang bisa jauh lebih nyaman dan terjamin,” tambahnya.

Meskipun masih menggunakan konstruksi kapal kayu, Mas Wiwit berharap nantinya puskesmas terapung ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat di Kepulauan Karimunjawa.

Setelah menuntaskan misi kemanusiaan di Bumi Kartini, RSA Laksamana Malahayati dijadwalkan akan melanjutkan pelayaran menuju sasaran berikutnya, yakni Kabupaten Rembang atau Kota Tegal, guna melanjutkan program pengobatan gratis bagi masyarakat pesisir lainnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Aan

Editor : Red jateng

Berita Terkait

Diduga Gunakan Material Campur Tanah, Proyek Oplah Rp194 Juta di Kepahiang Disorot Tim Media.
Cegah Dampak Asap Karhutlah,Rutan Majene Bagikan Masker Kepada Warga Binaan Sebagai Langkah Perlindungan Kesehatan
Dari Kandang ke Pasar, Lapas Kendal Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Petelur
Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia
Sisir Hunian Perkuat Pengawasan Rutan Majene Tegaskan komitmen Jaga Kondusifitas
TOHA — TULUS, OPTIMIS, HARMONIS, AMANAH: SIAP WUJUDKAN DESA AMANSARI MAJU, ADIL, DAN SEJAHTERA PERIODE 2026-2034
Tak Hanya Berdiskusi Dirkeswat Bersama Kankanwil Ditjenpas Bali Tinjau Langsung Kondisi Lapas Tabanan
KPM di Limau Gadang Mengaku Takut dan Bingung, Dugaan Persoalan Bansos PKH hingga Ancaman Penghapusan Berita Jadi Sorotan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:22

Diduga Gunakan Material Campur Tanah, Proyek Oplah Rp194 Juta di Kepahiang Disorot Tim Media.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:21

Cegah Dampak Asap Karhutlah,Rutan Majene Bagikan Masker Kepada Warga Binaan Sebagai Langkah Perlindungan Kesehatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:45

Dari Kandang ke Pasar, Lapas Kendal Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Peternakan Ayam Petelur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02

Kebakaran Kamar Akibat Puntung Rokok Di Desa Sindangwangi Renggut Nyawa Lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:38

Sisir Hunian Perkuat Pengawasan Rutan Majene Tegaskan komitmen Jaga Kondusifitas

Berita Terbaru