garudapost.id jatim-Sebuah perselisihan keluarga di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berakhir dengan tragedi mengerikan. Hubungan kekerabatan yang seharusnya harmonis justru berubah menjadi pertumpahan darah. Seorang pria berinisial SH (50) tewas mengenaskan setelah dibacok oleh saudara iparnya sendiri, JS (50). Ironisnya, aksi nekat ini diduga kuat hanya dipicu oleh masalah sepele, yaitu bau menyengat dari kandang ayam.
Peristiwa berdarah ini terjadi di Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Bangkalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan antara korban dan pelaku sebenarnya sudah berlangsung lama. Tetangga sekitar kerap mendengar keluhan mengenai kandang ayam milik korban yang dianggap mencemari udara lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. Namun, tidak ada yang menyangka jika kekesalan terpendam itu akan berujung pada tindakan sekeji ini.
Malam itu, suasana desa mendadak mencekam. Pelaku JS mendatangi rumah korban dengan ketenangan yang menipu. Untuk memuluskan aksinya, JS bahkan sempat menyapa dan menjabat tangan SH seolah-olah tidak ada dendam di antara mereka. Sesaat setelah bersalaman, tanpa aba-aba, JS langsung mencabut sebilah celurit tajam yang disembunyikannya dan menyerang korban secara brutal.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengonfirmasi modus operandi pelaku yang tergolong sangat dingin ini. “Terduga pelaku terlebih dahulu berjabat tangan dengan korban. Setelah itu, ia langsung mengeluarkan sebilah celurit,” ungkap Ipda Agung kepada media.
Korban yang tidak siap menghadapi serangan mendadak tersebut langsung terkapar bersimbah darah di halaman rumahnya. Meskipun pihak keluarga sempat melarikan SH ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan, nyawa pria paruh baya tersebut tetap tidak tertolong akibat luka yang terlalu parah.
Kepala Ruangan Instalasi Forensik RSUD Syamrabu, Edi Suharto, menjelaskan bahwa korban mengalami luka robek yang sangat fatal di bagian perut bagian kiri. Luka sepanjang 20 sentimeter akibat senjata tajam tersebut langsung mengenai dan merusak organ dalam korban.
Setelah melancarkan aksi kejinya, pelaku JS langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini, Satreskrim Polres Bangkalan masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kasus pembunuhan tragis ini menjadi pengingat kelam tentang pentingnya menjaga kepala dingin dalam menyelesaikan konflik bertetangga.
Sumber :garudapost.id jatim
















