Lapas Geser Berdayakan Warga Binaan Lewat kegiatan penanaman sayur Pakcoy, kegiatan ini merupakan program pengembangan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Geser/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser terus membuktikan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan yang produktif dan aplikatif. Melalui pemanfaatan lahan terbatas di area Lapas, kegiatan tersebut di awali dengan memberikan pembimbingan dan pengarahan kepada warga binaan tentang tata cara penyemaian bibit sayur pakcoy. Sabtu (6/6).

Staf Pembinaan Lapas Geser, Alfin Iksan Ramadhan, mengatakan bahwa sayuran pakcoy banyak dipilih sebagai komoditas utama dalam program pelatihan vokasional karena memiliki siklus tanam yang relatif singkat, yakni sekitar 25 hingga 30 hari. Selain mudah ditanan, sayuran ini juga dikenal memiliki nilai ekonomis tinggi dan kaya akan gizi.

“Warga binaan sering kali mengalami keterbatasan akses untuk mengembangkan keterampilan baru di masa pembinaan. Oleh karena itu, inisisasi kami hadirkan agar mereka memiliki keahlian teknis nyata. Selain menghasilkan produksi sayuran yang mendukung pasokan pangan bergizi dan terjangkau, tujuan utamanya adalah membentuk kemandirian mereka kelak,” jelas Alfin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tempat yang sama, Pelaksana Harian (Plh.) Kasubsi Pembinaan, M. Yusuf Kilkoda, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya pakcoy ini menjadi bukti nyata bahwa masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan dapat bertransformasi menjadi wadah pengembangan diri yang solutif. Dengan adanya program seperti ini, Lapas Geser turut memperkuat pasokan pangan sekaligus mencetak warga binaan yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.

“Kami harap, momentum ini dapat menjadi bekal keterampilan yang dapat diterapkan sebagai sumber mata pencaharian baru atau peluang wirausaha pada sektor agribisnis yang menopang kehidupan warga binaan setelah masa pembinaan berakhir. Program ini juga kami yakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme bahwa mereka mampu menghasilkan karya yang bermanfaat,” ungkap Yusuf. Ia menambahkan, Setelah kembali ke lingkungan bermasyarakat, warga binaan diharapkan mampu meneruskan pengetahuan ini kepada keluarga maupun warga di lingkungannya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

PIPAS Lapas Bandanaira Dorong Kreativitas Anggota Melalui Pelatihan Memasak Asida
Jadi Stimulus Optimalkan Pembinaan dan Pelayanan, Lapas Geser Gelar Diseminasi Penerapan Wartelsuspas dan Budidaya Pakcoi
Wujud Kepedulian Sosial, Rutan Ambon Berbagi Kasih dengan Keluarga Warga Binaan
Bahas Proses Integrasi Sosial, PK Bapas Saumlaki Ikut Sidang TPP di Lapas Saumlaki
Lewat Kunjungan Kimwasmat, Lapas Geser dan PN Dataran Hunimoa Komitmen Optimalkan Program Reintegrasi Warga Binaan
Sambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rutan Ambon Gelar Aksi Tanam Mangrove
Penandatanganan PKS Rutan Ambon dan UIN A.M. Sangadji Ambon sebagai Wujud Sinergi Antar Lembaga
Antisipasi Gangguan Kamtib, Lapas Saparua Gelar Razia Rutin
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:40

Lapas Geser Berdayakan Warga Binaan Lewat kegiatan penanaman sayur Pakcoy, kegiatan ini merupakan program pengembangan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:31

PIPAS Lapas Bandanaira Dorong Kreativitas Anggota Melalui Pelatihan Memasak Asida

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:16

Jadi Stimulus Optimalkan Pembinaan dan Pelayanan, Lapas Geser Gelar Diseminasi Penerapan Wartelsuspas dan Budidaya Pakcoi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:02

Wujud Kepedulian Sosial, Rutan Ambon Berbagi Kasih dengan Keluarga Warga Binaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:41

Bahas Proses Integrasi Sosial, PK Bapas Saumlaki Ikut Sidang TPP di Lapas Saumlaki

Berita Terbaru

Uncategorized

Truk Boks Muat 1,221 Dus Mi Ramen Ludes Terbakar di Mojokerto

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:07