BEKASI, GarudaPost.id – Tasyakuran Walimatus Safar Haji digelar di kediaman keluarga almarhum H. Tukul Tawekal dan Hj. Ewi Nuraeni, yang berlokasi di Jalan H. Ana, Desa Cilangkara, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (19/04/2026).
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri oleh Kepala Desa Cilangkara, Hj. Sanem, serta H. Bodin selaku anggota Dewan dari Partai Gerindra. Turut hadir pula tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan jamaah ibu-ibu pengajian yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar almarhum H. Tukul Tawekal dan Hj. Ewi Nuraeni memberangkatkan sebanyak 11 calon jemaah haji asal Cilangkara, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Suasana semakin semarak dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh Neng Safira membacakan Qori, serta penampilan hadroh dari Ponpes Nurul Huda Al-Hisyami Cilangkara. Acara juga menghadirkan penceramah, Kiyai H. Muhammad Alimarta dari Ponpes Darul Nadwah Cikarang, yang memberikan tausiyah kepada para jamaah.

Dalam sambutannya, Bapak Surdi, memohon doa dari seluruh hadirin agar para calon jemaah diberikan keselamatan, kelancaran, serta kesehatan dalam menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
“InsyaAllah kami akan berangkat pada 10 Mei 2026 dan tergabung dalam kloter ketiga. Mohon doa dari semuanya agar kami menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cilangkara, Hj. Sanem, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para calon jemaah haji.
“Kami mengucapkan terima kasih atas undangannya dan selamat menunaikan rukun Islam kelima. Semoga seluruh calon jemaah haji diberikan kesehatan, kesabaran, serta keberkahan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” tuturnya.
Ia juga berharap masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji dapat segera mendaftarkan diri dengan penuh kesabaran, mengingat tingginya animo masyarakat untuk berangkat ke Tanah Suci.
Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustad Jaenal Abidin, yang dilanjutkan dengan sholawat serta prosesi mushofahah sebagai simbol saling memaafkan antar jamaah.
Penulis : Runda_Permana
Editor : Redaksi









