Penangkapan Sebelum Laporan Polisi,Kuasa Hukum Sebut Kasus Wartawan Amir Cacat Hukum Total.

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id jatim-Mojokerto, – Sidang Praperadilan perkara Wartawan Amir Asnawi memasuki tahap Krusial setelah Kuasa Hukum Pemohon, Advokat Rikha Permatasari, secara resmi menyerahkan kesimpulan di hadapan Ketua Majelis Hakim pada Jumat pagi di Ruang Sidang Tirta. 24 April 2026. Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto Kelas IA Jl. RA Basuni No. 11, Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Kuasa Hukum Amir Rikha menyampaikan,dalam Kesimpulan tersebut, Kuasa Hukum menilai seluruh proses Hukum terhadap Amir cacat prosedur, melanggar Hukum, dan batal demi Hukum, mulai dari penetapan tersangka hingga penahanan.” Awal penangkapan Tanpa Dasar: Laporan Polisi Belum Ada.Fakta persidangan mengungkap kejanggalan serius.
Penangkapan, Penetapan Tersangka, dan dimulainya penyidikan dilakukan pada 14 Maret 2026; Namun, Laporan Polisi baru dibuat pada 15 Maret 2026.”paparnya

Lanjut Rikha sebagai Kuasa Hukum termohon.”Kondisi ini menunjukkan bahwa tindakan Aparat dilakukan tanpa Dasar Hukum yang (SAH), Ini bukan sekadar kesalahan prosedur. Ini pelanggaran serius terhadap hukum acara pidana. Tidak mungkin ada penyidikan tanpa peristiwa hukum yang dilaporkan,” tegas Rikha Permatasari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tambahnya.” Melanggar Prinsip Dasar Hukum Pidana menurut Kuasa Hukum. Tindakan tersebut bertentangan langsung dengan Prinsip dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, khususnya terkait: Keharusan adanya Bukti permulaan yang Cukup; Asas Legalitas;dan Prinsip Due Process of Law. Akibatnya, Seluruh Rangkaian tindakan termasuk Penahanan dinilai sebagai Produk Hukum yang tidak sah.

Wartawan Dikriminalisasi, Mekanisme Pers diabaikan. Amir Asnawi diketahui merupakan Wartawan Aktif yang menjalankan fungsi kontrol sosial melalui Pemberitaan terkait dugaan penyimpangan (Rehabilitasi Narkoba).Namun, alih-alih menempuh mekanisme pers, aparat langsung menggunakan Pendekatan pidana.

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers:
sengketa Jurnalistik harus diselesaikan melalui mekanisme pers;
termasuk melalui (Dewan Pers)
dengan Hak Jawab dan Hak Koreksi sebagai langkah utama., ini berpotensi menjadi bentuk Kriminalisasi terhadap kerja Jurnalistik,”ujar Rikha.

Ahli: Tidak Sah dan Batal Demi Hukum

Dalam persidangan, ahli Prof. Dr. Sardjijono, S.H., M.Hum menegaskan:
Penangkapan sebelum adanya laporan polisi adalah tidak Sah dan Batal demi Hukum,perkara yang melibatkan Wartawan harus Tunduk pada prinsip Lex Specialis Hukum Pers,dugaan rekayasa perkara menguat
selain cacat Prosedur.

Kuasa Hukum pemohon selalu disapa Rikha,dirinya menegaskan adanya indikasi rekayasa dalam peristiwa (OTT) terhadap Amir, yang diperkuat dengan bukti-bukti yang diduga telah dikondisikan, hal ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap Profesionalitas dan Objektivitas proses Penegakan Hukum dalam perkara ini.”ujarnya

(Hentikan Penyidikan dan Bebaskan Amir)

Dalam Petitumnya, Pemohon meminta Majelis Hakim untuk:

1. Menyatakan Tidak Sah Penetapan Tersangka, Penangkapan, dan Penahanan;

2. Menyatakan seluruh proses penyidikan Tidak Sah;

3. Memerintahkan Penghentian Penyidikan;

4. Memulihkan Nama Baik dan hak-hak Amir.

(Ini Ujian Penegakan Hukum di Indonesia)

Advokat Rikha Permatasari menjelaskan, bahwa perkara ini bukan hanya soal satu orang Wartawan, melainkan menyangkut Prinsip Besar Penegakan Hukum.

Kami sudah berjuang maksimal, Profesional, dan Berintegritas membuka Fakta hukum seterang terangnya.

Sekarang ini menjadi ujian bagi Peradilan kita apakah Hukum benar-benar di Tegakkan, atau justru dilanggar oleh Penegaknya sendiri.

Ia juga menyatakan pihaknya menghormati kewenangan Majelis Hakim yang dijadwalkan akan membacakan putusan pada awal pekan depan.

Saya berharap Majelis Hakim melihat Fakta Persidangan secara jernih dan memberikan Putusan yang Adil.

Kita sama-sama berdoa agar Keadilan benar-benar di Tegakkan dan Wartawan Amir dapat segera dibebaskan sorotan Publik.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena dinilai menyentuh isu krusial, Perlindungan Profesi Wartawan.Penyalahgunaan kewenangan Aparat, serta jaminan Due Process of Law dalam sistem Peradilan Pidana.putusan Praperadilan yang akan datang dinilai berpotensi menjadi preseden penting dalam perlindungan kebebasan Pers di Indonesia.” pungkasnya (tim/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MTsN 1 Trenggalek Resmi Jalin Kerjasama dengan Satu Komando Jurnalis Jatim, Garuda Post ID dan Kabar Post Bersatu
Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Guntur Wahono Minta Kandidat Pilkades Blitar Siap Mengabdi Meski Kalah
Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Diresmikan, Blitar Dorong Petani Lebih Modern dan Mandiri
Gus An’im: Pesantren Sudah Berjuang Mencerdaskan Bangsa, Kini Saatnya Prestasi Santri Diakui
MKKS SMKN Trenggalek Jalin Sinergi Kuat Bersama Awak Media
Rp2,5 Miliar Digelontorkan untuk Trotoar Teuku Umar Tulungagung, Proyek Dikejar Rampung Desember
Persoalan Greenfields di Blitar Belum Tuntas, Dugaan Limbah Sungai dan Tagihan Kontraktor Jadi Sorotan
KANWIL KEMENAG KABUPATEN MOJOKERTO JALIN SINERGI BERSAMA INSAN PERS, DORONG TRANSPARANSI PELAYANAN PUBLIK
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:46

MTsN 1 Trenggalek Resmi Jalin Kerjasama dengan Satu Komando Jurnalis Jatim, Garuda Post ID dan Kabar Post Bersatu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Bukan Sekadar Berebut Kursi Kades, Guntur Wahono Minta Kandidat Pilkades Blitar Siap Mengabdi Meski Kalah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:35

Sekretariat Gapoktan Karya Tani Mandiri Diresmikan, Blitar Dorong Petani Lebih Modern dan Mandiri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:32

Gus An’im: Pesantren Sudah Berjuang Mencerdaskan Bangsa, Kini Saatnya Prestasi Santri Diakui

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:37

MKKS SMKN Trenggalek Jalin Sinergi Kuat Bersama Awak Media

Berita Terbaru