
garudapost.id TULUNGAGUNG Wajah Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kutoanyar, Kabupaten Tulungagung, bakal mengalami pembenahan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelontorkan anggaran Rp2,5 miliar dari APBD untuk membenahi trotoar, memperbesar kapasitas saluran air, sekaligus merapikan jaringan kabel di sisi barat jalan tersebut.
Proyek yang ditinjau Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin pada Rabu 14 Oktober 2026 itu ditargetkan selesai pada 28 Desember 2026. Artinya, pengerjaan harus dituntaskan sesuai tenggat kontrak sebelum tahun anggaran berakhir.
Ahmad Baharudin menjelaskan, penataan Jalan Teuku Umar tidak hanya berorientasi pada perbaikan trotoar yang sebelumnya mengalami kerusakan. Pembenahan juga diarahkan untuk meningkatkan fungsi drainase dan menata utilitas agar kawasan tersebut lebih tertib.
“Ada tiga fokus pengerjaan di Jalan Teuku Umar ini, mulai dari pelebaran saluran air, penataan kabel bawah tanah, dan penataan trotoar,” kata Ahmad Baharudin saat meninjau lokasi.
Salah satu perubahan utama berada pada dimensi saluran air. Drainase yang sebelumnya memiliki lebar dan kedalaman sekitar 60 sentimeter akan diperbesar menjadi masing-masing satu meter.
Perubahan ukuran tersebut diharapkan membuat saluran memiliki kapasitas lebih besar untuk mengalirkan air. Namun, efektivitasnya tetap akan bergantung pada kondisi jaringan drainase secara keseluruhan, termasuk kelancaran aliran dan pemeliharaan setelah pembangunan selesai.
Di sisi lain, kabel utilitas yang sebelumnya berada di atas permukaan akan ditata melalui jalur bawah tanah. Pemkab juga menyiapkan saluran tersendiri untuk jaringan kabel, terpisah dari saluran air.
“Nanti akan ada dua saluran, satu saluran air dan satunya lagi saluran untuk kabel bawah tanah. Jadi konsepnya sama seperti trotoar pada sisi timur,” ungkapnya.
Penataan tersebut sekaligus menjadi upaya menyelaraskan tampilan sisi barat Jalan Teuku Umar dengan sisi timur yang telah memiliki konsep trotoar serupa. Kondisi trotoar lama yang banyak mengalami kerusakan menjadi salah satu alasan dilakukannya pembenahan.
Dengan nilai proyek mencapai Rp2,5 miliar, penyelesaian tepat waktu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pemkab Tulungagung menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 28 Desember 2026 sesuai kontrak.
Selain pekerjaan fisik, pemerintah daerah juga merencanakan penghijauan di kawasan tersebut. Pohon-pohon nantinya akan ditanam dengan pengaturan kedalaman tertentu agar perakaran tidak merusak struktur trotoar maupun bangunan pendukung.
Ahmad Baharudin menambahkan, pemerintah daerah turut mencatat sejumlah infrastruktur lain yang mengalami kerusakan untuk dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan berikutnya.
“Kami juga mencatat infrastruktur lain yang mengalami kerusakan parah untuk nantinya masuk ke dalam perencanaan selanjutnya,” pungkasnya.
Pembenahan Jalan Teuku Umar kini tidak hanya berkaitan dengan trotoar yang lebih rapi. Dengan anggaran miliaran rupiah, hasil akhirnya juga akan dinilai dari fungsi drainase, kerapian jaringan utilitas, ketahanan konstruksi, serta kemampuan pemerintah memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang. (Favan)

















