Mahasiswa UNIPA Angkat Noken sebagai Sumber Ekonomi Mama-Mama Papua.

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manokwari, Garudapost.id– Mahasiswa Program Studi Antropologi, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (UNIPA), Amitas Yando, mengangkat noken sebagai sumber ekonomi masyarakat Papua dalam tugas mata kuliah Jurnalisme Kebudayaan. Dalam keterangan tersebut disampaikan di Asrama Astro, Jalan Manungga, Manokwari, pada Selasa (28/04/2026).

Karya tersebut merupakan bagian dari tugas akademik yang diberikan oleh dosen pengampu, Erwin M.D. Nugroho, S.Pd., M.A., dengan fokus pada deskripsi budaya sekaligus analisis nilai ekonomi noken sebagai tas tradisional khas Papua.

Dalam pemaparannya, Amitas menjelaskan bahwa noken tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, khususnya mama-mama Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang noken bukan hanya digunakan di kampung untuk membawa hasil kebun atau menggendong anak, tetapi sudah berkembang di kota sebagai tempat buku, pulpen, dan kebutuhan sehari-hari. Noken juga menjadi sumber ekonomi bagi mama-mama Papua,” ujar Amitas.

Ia menambahkan, harga noken bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Untuk ukuran kecil hingga sedang, noken dijual dengan kisaran harga Rp50.000 hingga Rp100.000. Sementara itu, noken berukuran besar dapat mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000.

Menurutnya, penjualan noken menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi perempuan Papua, terutama di pasar tradisional, toko kerajinan, hingga festival budaya.

Selain sebagai alat tradisional, noken kini memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat seiring meningkatnya permintaan pasar. Produk ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mulai dikenal di luar daerah sebagai kerajinan khas Papua yang memiliki nilai budaya tinggi.

Melalui tugas akademik ini, Amitas berharap generasi muda Papua dapat lebih menghargai noken, tidak hanya sebagai simbol budaya masyarakat Papua, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan mama-mama Papua” tutup.

(Penulis: Domianus Lokobal)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target
Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target
Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat
DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo
Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan
Mandacan dan Pahabol Turun Tangan, Mahasiswa Yahukimo Kembali ke Kontrakan
Gubernur Papua Barat Turun Tangan Bantu Mahasiswa Yahukimo, Pembina Minta Tanah untuk Asrama Permanen
Imunisasi Campak di Manokwari Capai 46,2 Persen, Mince Wilil Apresiasi Puskesmas Masni dan Sowi IV
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:22

Cakupan Imunisasi Campak di Manokwari Capai 98,6 Persen, 80 Wilayah Belum Penuhi Target

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:31

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Capai 91 Persen, Tujuh Puskesmas Lampaui Target

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:48

Kepala K2BPT Apner Itlay Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Papua Barat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:44

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Langowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:39

Empat Hari di Gereja GIDI Misia, Mahasiswa Yahukimo Bongkar Posko dan Kembali ke Kontrakan

Berita Terbaru