Manokwari, Garudapost.id– Mahasiswa Program Studi Antropologi, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (UNIPA), Amitas Yando, mengangkat noken sebagai sumber ekonomi masyarakat Papua dalam tugas mata kuliah Jurnalisme Kebudayaan. Dalam keterangan tersebut disampaikan di Asrama Astro, Jalan Manungga, Manokwari, pada Selasa (28/04/2026).
Karya tersebut merupakan bagian dari tugas akademik yang diberikan oleh dosen pengampu, Erwin M.D. Nugroho, S.Pd., M.A., dengan fokus pada deskripsi budaya sekaligus analisis nilai ekonomi noken sebagai tas tradisional khas Papua.
Dalam pemaparannya, Amitas menjelaskan bahwa noken tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berkembang menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, khususnya mama-mama Papua.
“Sekarang noken bukan hanya digunakan di kampung untuk membawa hasil kebun atau menggendong anak, tetapi sudah berkembang di kota sebagai tempat buku, pulpen, dan kebutuhan sehari-hari. Noken juga menjadi sumber ekonomi bagi mama-mama Papua,” ujar Amitas.
Ia menambahkan, harga noken bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Untuk ukuran kecil hingga sedang, noken dijual dengan kisaran harga Rp50.000 hingga Rp100.000. Sementara itu, noken berukuran besar dapat mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000.
Menurutnya, penjualan noken menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi perempuan Papua, terutama di pasar tradisional, toko kerajinan, hingga festival budaya.
Selain sebagai alat tradisional, noken kini memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat seiring meningkatnya permintaan pasar. Produk ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, tetapi juga mulai dikenal di luar daerah sebagai kerajinan khas Papua yang memiliki nilai budaya tinggi.
Melalui tugas akademik ini, Amitas berharap generasi muda Papua dapat lebih menghargai noken, tidak hanya sebagai simbol budaya masyarakat Papua, tetapi juga sebagai potensi ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan mama-mama Papua” tutup.
(Penulis: Domianus Lokobal)



















