Garudapost.id | MURUNG RAYA – Aula Kelurahan Muara Tuhup, Kecamatan Laung Tuhup, menjadi pusat pertemuan penting pada Selasa, 5 Mei 2026. Di tempat ini, dilaksanakan kegiatan sosialisasi program iklim yang dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Donal; Kepala Bidang terkait, Edi; Perwakilan Condev dari PT. Alamtri, Pak Riawan, serta para tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari serangkaian langkah yang telah direncanakan sebelumnya, setelah tahap penilaian yang dilakukan di sejumlah desa di wilayah ini.
Dalam wawancara dengan awak media, Edi menjelaskan bahwa program ini telah melewati tahap awal di mana beberapa desa telah mendapatkan sertifikasi resmi. Namun, untuk melangkah ke tahap pengembangan yang lebih maju, hanya dua desa dengan nilai penilaian tertinggi yang dipilih. Dari Kecamatan Laung Tuhup, Kelurahan Muara Tuhup berhasil meraih posisi teratas, sementara desa lainnya yang terpilih berasal dari wilayah berbeda, yaitu Desa Batu Tojah.
“Kunjungan dan pertemuan hari ini bertujuan untuk menyusun rencana kerja serta langkah nyata yang akan dilaksanakan mulai tahun 2027 mendatang,” ujar Edi. Kegiatan ini sepenuhnya didukung dan disponsori oleh PT. Alamtri, yang telah lama terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat di daerah ini.
Selama pertemuan, empat poin utama menjadi bahasan pokok yang disepakati bersama oleh pihak pelaksana, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Keempat hal tersebut meliputi peningkatan ketahanan sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah, penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, langkah adaptasi serta pengurangan dampak bencana, dan perbaikan kualitas lingkungan hidup secara keseluruhan.
Dari bahasan tersebut, beberapa kesepakatan penting telah diambil dan akan segera dijalankan. Di bidang pengelolaan sampah, akan dibangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dirancang dengan sistem pemilahan sampah sejak awal. Selain itu, sejumlah tempat penyimpanan sementara juga akan disediakan di berbagai lokasi di dalam wilayah kelurahan, dengan rencana akhir pengangkutan sampah menuju lokasi penampungan utama di Jalan Laung Tuhup.
Untuk kebutuhan sumber air, pihak terkait akan melakukan perbaikan dan pengelolaan kembali sejumlah mata air yang berasal dari bukit di sekitar wilayah ini. Langkah ini dijadikan prioritas utama mengingat peran pentingnya dalam menjamin ketersediaan air bersih dan sebagai bagian dari upaya penyesuaian terhadap perubahan iklim yang memengaruhi persediaan sumber daya alam.
Selain aspek fisik dan lingkungan, perhatian juga diarahkan pada ketahanan ekonomi masyarakat. Warga diimbau untuk terus menjaga dan mengembangkan lahan pertanian yang dimiliki, seperti kebun karet dan tanaman lain yang menjadi sumber penghidupan tradisional. Meskipun sebagian besar warga kini bekerja sebagai pegawai negeri atau karyawan perusahaan, para tokoh dan pihak pelaksana menekankan bahwa usaha pertanian tetap menjadi fondasi yang tidak boleh ditinggalkan demi menjamin kestabilan dan kesejahteraan jangka panjang di wilayah tersebut.
Sebagai hasil akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini, Kelurahan Muara Tuhup resmi ditetapkan sebagai wilayah yang akan melangkah ke tahap pengembangan berikutnya, yaitu menuju status Desa Madya – tingkatan yang menunjukkan kemajuan dan kesiapan wilayah dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Dari Murung Raya, Priadi Mengabarkan









