GARUDAPOST.ID | PALANGKA RAYA– Suara keprihatinan dan tuntutan keadilan disampaikan oleh warga yang menggantungkan hidup dari usaha penambangan emas rakyat. Mereka meminta agar pihak berwenang tidak melakukan penertiban atau pengawasan yang berlebihan terhadap kegiatan tersebut.
Menurut salah satu perwakilan warga, permintaan ini muncul karena harga hasil tanaman masyarakat seperti getah dan karet saat ini sangat rendah, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, penambangan emas menjadi jalan satu-satunya bagi mereka untuk mencari nafkah, terlebih lagi lokasi yang dikerjakan merupakan tanah asal milik warga setempat.
“Kami mohon kegiatan ini tidak dirazia atau ditekan berlebihan. Bagi kami, jika usaha mencari sesuap nasi ini dilarang dan selalu dipersulit, sama saja artinya rakyat di daerah ini sebenarnya belum merdeka dan belum sejahtera,” ujarnya dengan nada tegas.
Warga juga menyoroti adanya ketimpangan perlakuan yang dirasakan. Ia mencontohkan, di wilayah sekitar jalur operasi perusahaan seperti PT PP dan PT SMM, warga yang hendak membuka lahan pertanian dengan cara membakar sisa tanaman langsung ditindak dan dihadang oleh pihak perusahaan serta aparat penegak hukum.
Namun di sisi lain, tindakan yang merugikan lingkungan yang dilakukan oleh pihak perusahaan seolah dibiarkan. “Perusahaan sering menyebabkan pencemaran air sungai dan merusak jalan milik umum, bahkan aliran sungai di wilayah seperti Riam malah ditimbun hingga mengubah alur air, tapi tidak ada tindakan tegas yang dilakukan. Mengapa peraturan seolah hanya menekan rakyat kecil saja?” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat melihat kenyataan ini secara adil, memahami kesulitan ekonomi yang dihadapi warga, serta memperlakukan semua pihak baik warga maupun badan usaha dengan ukuran hukum dan aturan yang sama.



















