Lokakarya Mini Lintas Sektor UPT Puskesmas Muara Laung 1 Bahas Evaluasi Program dan Kendala Pelayanan Kesehatan

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id | Laung Tuhup– UPT Puskesmas Muara Laung 1, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, menggelar kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektor, di Aula Puskesmas, Senin (11/05/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas, Merry, dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Sekcam Amin Kaspi Nurwahidin, S.STP, Danramil 1013-08 Laung Tuhup Serma M.Nasution, perwakilan tokoh agama dan KUA, serta para kader kesehatan dan Ketua RT setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Merry menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kerja kesehatan sepanjang tahun 2026. Ia mengakui telah ada berbagai capaian yang berhasil diraih, namun di sisi lain masih ditemukan sejumlah hambatan di lapangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Kami sampaikan evaluasi kegiatan tahun 2026. Ada beberapa capaian yang cukup baik, namun kami juga menemukan hambatan di lapangan. Di antaranya terkait cakupan imunisasi, angka kunjungan ke Posyandu, serta kendala mendasar seperti transportasi dan keterbatasan tenaga kesehatan,” ungkap Merry saat diwawancarai awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, berbagai kendala tersebut telah didiskusikan bersama para peserta lokakarya. Secara umum, tanggapan dan antusiasme masyarakat dinilai cukup baik, hal ini terlihat dari masukan yang disampaikan warga maupun perangkat desa, termasuk saat dilakukan kunjungan langsung ke wilayah Muara Laung 1.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah pemahaman masyarakat terkait perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Masih banyak warga yang beranggapan bahwa memiliki bangunan toilet saja sudah cukup dan aman, padahal jika pembuangan limbahnya langsung dialirkan ke sungai atau dibuang ke tanah tanpa pengolahan yang benar, hal tersebut tetap tergolong perilaku BABS yang berisiko menularkan penyakit.

“Masih banyak yang mengira kalau sudah punya toilet berarti aman. Padahal kalau pembuangannya langsung ke sungai atau ke tanah, itu masih BABS. Pembuangan yang benar harus ke toilet dengan tangki septik yang aman agar tidak mencemari lingkungan dan sumber air,” jelas Merry.

Selain evaluasi, dalam pertemuan ini juga masuk sejumlah permintaan kerja sama dari instansi lain, seperti sekolah, pihak Kecamatan, Kelurahan, hingga Kantor Kementerian Agama, yang memohon tim Puskesmas melakukan kegiatan skrining kesehatan di lingkungan masing-masing. Pihak Puskesmas merespons positif permintaan tersebut dan akan segera menyusun jadwal pelaksanaannya.

“Beberapa instansi meminta kami melakukan skrining kesehatan di tempat mereka. Tentu itu akan kami laksanakan, tinggal menunggu penjadwalan ulang bersama tim teknis kami,” tambahnya.

Kegiatan lokakarya ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi dan langkah antara instansi kesehatan dengan lintas sektor, demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Laung Tuhup ke depannya.

 

Dari Murung Raya, Priadi Garudapost.id Mengabarkan

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Masyarakat dan APDESI Kotawaringin Lama Sampaikan Enam Tuntutan, Desak Pemerintah Pusat Tangani Karhutla Secara Nyata
Puluhan Warga Dari 15 Desa Gelar Aksi Damai Di Pangkalan Bun, Desak Penanganan KARHUTLA Secara Serius Dan Menyeluruh
Saudara Selpani Resmi Berislam,Kini Dikenal Dengan Nama Selpani Safiyyah  
Camat Kotawaringin Lama Ungkap Api Karhutla Mendekati Permukiman, Pos Pelayanan Kesehatan Didirikan untuk Warga Terdampak Asap
Karhutla Kepung Kotawaringin Barat, Relawan Kewalahan dan Api Dikabarkan Mendekati Permukiman Warga
54 Ribu Hektare Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Terbakar, Relawan Memohon Bantuan Water Bombing kepada Pemerintah
Ditengah Kemarau Panjang Masyarakat Kobar Selain Krisis Air Bersih Juga Harus Menghirup Asap Karhutla Dan Langkanya BBM
Ditengah Kemarau Panjang Masyarakat Kobar Selain Krisis Air Bersih Juga Harus Menghirup Asap Karhutla Dan Langkanya BBM
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:26

Masyarakat dan APDESI Kotawaringin Lama Sampaikan Enam Tuntutan, Desak Pemerintah Pusat Tangani Karhutla Secara Nyata

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:38

Puluhan Warga Dari 15 Desa Gelar Aksi Damai Di Pangkalan Bun, Desak Penanganan KARHUTLA Secara Serius Dan Menyeluruh

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:06

Saudara Selpani Resmi Berislam,Kini Dikenal Dengan Nama Selpani Safiyyah  

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:15

Camat Kotawaringin Lama Ungkap Api Karhutla Mendekati Permukiman, Pos Pelayanan Kesehatan Didirikan untuk Warga Terdampak Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:16

Karhutla Kepung Kotawaringin Barat, Relawan Kewalahan dan Api Dikabarkan Mendekati Permukiman Warga

Berita Terbaru

Kabupaten Manokwari

FIM-WP Mnukwar Sahkan 20 Kader Baru Lewat Pendidikan Politik

Minggu, 18 Okt 2026 - 09:10