Pelatihan Pencegah Dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 Di Gelar Di Desa Tanjung,Kecamatan Kedamean.

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id jatim- Gresik-11 Mei 2026 – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam terus dilakukan pemerintah dan elemen masyarakat. Hari ini, Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026, sebuah program strategis yang bertujuan membangun desa tangguh bencana dan meningkatkan pemahaman warga tentang langkah-langkah penanggulangan risiko bencana sejak dini.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tanjung ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tanjung, Bpk Dwi Kora Haryanto, perangkat desa, tokoh masyarakat, kader keselamatan, unsur Linmas, serta dihadiri dan didukung penuh oleh tim dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Kehadiran lintas elemen ini menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan kebencanaan sebagai prioritas pembangunan wilayah, mengingat Desa Tanjung dan sekitarnya memiliki potensi risiko bencana seperti banjir, angin kencang, hingga cuaca ekstrem yang cukup tinggi sepanjang tahun .

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tanjung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mendesak dan relevan mengingat data kebencanaan nasional tahun 2025 mencatat peningkatan jumlah kejadian bencana hingga 121 persen dibanding tahun sebelumnya, di mana 98 persennya adalah bencana hidrometeorologi yang sangat berdampak langsung ke wilayah pedesaan .

“Bencana tidak pernah memberi jadwal datangnya. Oleh karena itu, kesiapan kita bukan hanya saat bencana terjadi, tapi jauh sebelum itu, lewat pencegahan, pemahaman risiko, dan keterampilan bertindak cepat. Desa Tanjung ingin menjadi desa yang tidak hanya siap, tapi juga tangguh, aman, dan mampu melindungi seluruh warganya. Dukungan dari GERINDRA dan PKB sangat berharga agar program ini berjalan efektif dan manfaatnya sampai ke setiap dusun dan lingkungan,” ujar Kepala Desa Tanjung.

Perwakilan tim GERINDRA yang hadir menyampaikan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas elemen bangsa. Partai selalu mendorong program-program pemberdayaan masyarakat di bidang keselamatan, karena perlindungan warga adalah prioritas utama. “Kami hadir untuk mendampingi, memfasilitasi, dan memastikan setiap warga mengerti apa yang harus dilakukan, apa yang harus dihindari, dan bagaimana cara menyelamatkan diri maupun tetangga saat bahaya datang,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan tim PKB menambahkan bahwa pelatihan ini sejalan dengan semangat membangun desa mandiri dan sejahtera. “Ketahanan desa tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik, tapi juga dari seberapa siap masyarakatnya menghadapi tantangan alam. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini diterapkan nyata, dibuatkan peta risiko desa, dan disusun rencana penanggulangan bencana yang jelas dan bisa dijalankan bersama,” tegasnya.

 

Pelatihan berlangsung sehari penuh, dibawakan oleh narasumber berkompeten dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik dan tenaga ahli lingkungan. Materi disusun secara lengkap dan mendalam, mencakup:

1. Pemahaman Jenis & Risiko Bencana Lokal
Peserta diajak mengenali potensi bahaya yang ada di Desa Tanjung: karakteristik banjir lokal, pola curah hujan, jalur aliran air, hingga potensi kerusakan yang bisa timbul. Dijelaskan juga cara membaca tanda-tanda alam dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan pihak berwenang.
2. Langkah Pencegahan dan Pengurangan Risiko
Mulai dari pengaturan tata ruang, pembersihan saluran air, penanaman vegetasi penahan tanah, hingga cara menyusun aturan desa yang mendukung keselamatan lingkungan. Ditekankan bahwa mitigasi adalah investasi jangka panjang untuk mengurangi kerugian materi dan korban jiwa.
3. Sistem Kesiapsiagaan & Prosedur Evakuasi
Dijelaskan tata cara pembentukan tim siaga bencana tingkat desa, pembagian tugas, jalur evakuasi yang aman, lokasi pengungsian, serta cara mengevakuasi kelompok rentan (lansia, anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas) dengan aman dan tertib.
4. Penanganan Awal & Pertolongan Pertama
Peserta diajarkan cara memberikan pertolongan dasar, penanganan luka ringan, cara mengevakuasi korban, serta cara berkomunikasi dan melapor ke pihak berwenang saat keadaan darurat. Dilengkapi simulasi langsung agar peserta terbiasa bertindak cepat dan tenang.
5. Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Desa
Agar program berkelanjutan, peserta dibimbing menyusun draf dokumen rencana, peta risiko, dan daftar peralatan yang dibutuhkan desa. Dokumen ini nantinya menjadi acuan kerja dan dasar pengajuan dukungan anggaran maupun bantuan dari pemerintah daerah.

Selain materi teori, kegiatan juga diisi sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta latihan simulasi evakuasi di lingkungan sekitar kantor desa. Seluruh peserta tampak sangat antusias, aktif bertanya, dan berdiskusi berbagi pengalaman menghadapi kejadian bencana di masa lalu.

Di akhir kegiatan, Kepala Desa Tanjung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim GERINDRA, PKB, narasumber, dan seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi aktif. Ia bertekad akan menindaklanjuti hasil pelatihan ini dengan membentuk tim siaga bencana resmi, mensosialisasikan materi ke seluruh dusun, dan memastikan setiap keluarga memahami langkah keselamatan dasar.

Perwakilan kedua partai juga berjanji akan terus mendampingi Desa Tanjung dalam tahap implementasi, membantu fasilitasi peralatan pendukung, serta mendorong agar Desa Tanjung bisa menjadi contoh desa tangguh bencana di Kecamatan Kedamean pada tahun-tahun mendatang.

Kegiatan Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 di Desa Tanjung ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan masyarakat adalah kepedulian semua pihak. Dengan ilmu, kesiapan, dan kerja sama yang kuat, risiko bencana bisa diminimalisir, dan masyarakat pun dapat hidup lebih aman, tenang, dan sejahtera di tengah lingkungan yang tangguh menghadapi segala tantangan alam.

(editor)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Modal Ngaku Polisi Pria Di Gresik Minta Uang Keamanan RP 250 Ribu Ke Warung-Warung.
Kenal Blokong Membara,Dragon Boat Race 2026 Banyuwangi Sedot Ribuan Penonton.
Polres Tuban Ungkap Jaringan Pengedar Uang Palsu,3 Tersangka Diamankan.
Sepasang Kekasih Di Tangkap Polisi Setelah Di Duga Mengedarkan Narkotika Jenis Sabu, Di Kabupaten Ngawi.
Satu Lagi Begal Di Tangkap Polres Lumajang.
Kunker Ke Polsek Pandaan,Kapolres Pasuruan Soroti Maraknya Balap Liar
Gerkan Cepat Respon Aduan Warga, Polres Gresik Sikat Peredaran Miras Di Dukun.
Investasi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045 SPPG Sedyo Rahayu Raya Hadirkan Tata Kelola Prima.
Berita ini 5 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 11:15

Pelatihan Pencegah Dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 Di Gelar Di Desa Tanjung,Kecamatan Kedamean.

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:20

Modal Ngaku Polisi Pria Di Gresik Minta Uang Keamanan RP 250 Ribu Ke Warung-Warung.

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:35

Kenal Blokong Membara,Dragon Boat Race 2026 Banyuwangi Sedot Ribuan Penonton.

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:02

Polres Tuban Ungkap Jaringan Pengedar Uang Palsu,3 Tersangka Diamankan.

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:59

Sepasang Kekasih Di Tangkap Polisi Setelah Di Duga Mengedarkan Narkotika Jenis Sabu, Di Kabupaten Ngawi.

Berita Terbaru