Implementasi Program Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Panen 30 Ikat Kangkung di Lahan SAE

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudapost.id-Piru/Embun pagi masih menggantung di hamparan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas Piru ketika lima Warga Binaan mulai memanen kangkung cabut yang tumbuh subur di lahan pembinaan kemandirian, Senin (18/5). Dengan tangan terampil, mereka mengikat satu per satu hasil panen hingga terkumpul sebanyak 30 ikat kangkung yang selanjutnya dijual kepada pedagang lokal di wilayah Piru.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan hasil panen yang dipasarkan kepada pedagang lokal menjadi motivasi tersendiri bagi Warga Binaan untuk terus aktif mengikutiprogram pembinaan. “Walaupun dimulai dari skala kecil, hasilnya cukup baik dan terus berkembang. Yang paling penting adalah tumbuhnya rasa percaya diri Warga Binaan bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial F mengaku kegiatan berkebun memberinya pengalaman dan harapan baru selama menjalani masa pembinaan. “Dulu saya tidak tahu cara menanam sampai panen. Sekarang saya merasa lebih percaya diri karena punya keterampilan yang nantinya bisa dipakai setelah bebas,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, mengatakan program pertanian yang dijalankan di SAE merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan. “Pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki kemampuan dan mental yang siap ketika kembali ke masyarakat. Mereka belajar tentang kerja keras, produktivitas, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Melalui program pembinaan berbasis kemandirian di SAE Kebun Lapas Piru, Lapas Piru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan sebagai bekal positif bagi Warga Binaan dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lapas Bandanaira Kembangkan Pertanian Produktif, Warga Binaan Disiapkan Mandiri
Pastikan Hak Integrasi Berjalan Optimal, Kalapas Geser Bersama Pejabat Struktural Monitoring Kelayakan Sarpras
Evaluasi Inovasi Peserta Magang, Lapas Bandanaira Dorong Peningkatan Layanan Pemasyarakatan
Langkah Humanis, Lapas Geser Siapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat Melalui Program Litmas
Pembinaan Berkelanjutan di Rutan Dorong Warga Binaan Terus Berkarya
Berantas Judi Online, Satops Patnal Lapas Wahai Periksa Gawai dan Media Sosial Petugas
Mitigasi Risiko, Lapas Wahai Pasang Titik Assembly Point dan Jalur Evakuasi
Matangkan Inovasi Peserta Kemnaker, Lapas Saparua Perkuat Kualitas Layanan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 12:45

Implementasi Program Pembinaan Kemandirian, Lapas Piru Panen 30 Ikat Kangkung di Lahan SAE

Senin, 18 Mei 2026 - 12:31

Lapas Bandanaira Kembangkan Pertanian Produktif, Warga Binaan Disiapkan Mandiri

Senin, 18 Mei 2026 - 12:17

Pastikan Hak Integrasi Berjalan Optimal, Kalapas Geser Bersama Pejabat Struktural Monitoring Kelayakan Sarpras

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:09

Evaluasi Inovasi Peserta Magang, Lapas Bandanaira Dorong Peningkatan Layanan Pemasyarakatan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:22

Langkah Humanis, Lapas Geser Siapkan Warga Binaan Kembali ke Masyarakat Melalui Program Litmas

Berita Terbaru