Garudapost.id-Piru/Embun pagi masih menggantung di hamparan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas Piru ketika lima Warga Binaan mulai memanen kangkung cabut yang tumbuh subur di lahan pembinaan kemandirian, Senin (18/5). Dengan tangan terampil, mereka mengikat satu per satu hasil panen hingga terkumpul sebanyak 30 ikat kangkung yang selanjutnya dijual kepada pedagang lokal di wilayah Piru.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan hasil panen yang dipasarkan kepada pedagang lokal menjadi motivasi tersendiri bagi Warga Binaan untuk terus aktif mengikutiprogram pembinaan. “Walaupun dimulai dari skala kecil, hasilnya cukup baik dan terus berkembang. Yang paling penting adalah tumbuhnya rasa percaya diri Warga Binaan bahwa mereka mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial F mengaku kegiatan berkebun memberinya pengalaman dan harapan baru selama menjalani masa pembinaan. “Dulu saya tidak tahu cara menanam sampai panen. Sekarang saya merasa lebih percaya diri karena punya keterampilan yang nantinya bisa dipakai setelah bebas,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, mengatakan program pertanian yang dijalankan di SAE merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap ketahanan pangan. “Pembinaan tidak hanya berorientasi pada masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki kemampuan dan mental yang siap ketika kembali ke masyarakat. Mereka belajar tentang kerja keras, produktivitas, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Melalui program pembinaan berbasis kemandirian di SAE Kebun Lapas Piru, Lapas Piru terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, humanis, dan berkelanjutan sebagai bekal positif bagi Warga Binaan dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.












