Garudapost.id-Wahai/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai pasang tanda titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi di area strategis sebagai mitigasi risiko menghadapi situasi darurat, Rabu (13/5). Penentuan titik evakuasi dan jalur penyelamatan ini untuk memastikan keselamatan seluruh petugas dan Warga Binaan apabila terjadi bencana alam atau gangguan keamanan yang memerlukan pengosongan bangunan secara cepat.
Pemasangan rambu ini ditempatkan pada titik yang jauh dari jangkauan runtuhan gedung dan dilengkapi dengan penunjuk arah jalur evakuasi yang mudah diakses oleh seluruh penghuni Lapas. Penandaan lokasi ini menjadi Standar Operasional Prosedur keselamatan kerja dan pengamanan fasilitas negara.
Calon Aparatur Sipil Negara selaku inisiator, Naufal Al Amin, menjelaskan penentuan titik kumpul dan jalur evakuasi telah melalui pertimbangan teknis terkait keamanan dan kemudahan akses penyelamatan. “Pemasangan assembly point dan jalur evakuasi ini sangat penting agar saat terjadi keadaan darurat, seluruh petugas dan Warga Binaan mengetahui arah evakuasi yang tepat. Kami memastikan jalur yang dipilih aman dan lokasi titik kumpul mampu menampung massa dalam jumlah banyak untuk memudahkan penghitungan personel,” terangnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan sarana evakuasi ini merupakan komponen wajib dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. “Titik kumpul dan jalur evakuasi ini adalah sarana vital untuk meminimalisir jatuhnya korban jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran atau gempa bumi. Dengan adanya penanda yang jelas, kita dapat menciptakan sistem evakuasi yang lebih teratur dan mencegah terjadinya kepanikan masal di blok hunian,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mendukung penuh pemenuhan standar keselamatan pada setiap Unit Pelaksana Teknis di wilayahnya. Mitigasi risiko dengan menyediakan assembly point dan jalur evakuasi adalah bentuk kesiapsiagaan instansi dalam menghadapi bencana.
“Saya berharap fasilitas ini tidak hanya dipasang, tetapi juga diikuti dengan simulasi evakuasi secara berkala agar seluruh jajaran di Lapas Wahai memiliki naluri penyelamatan yang baik saat situasi darurat benar-benar terjadi,” harap Ricky.
Pemasangan titik kumpul dan jalur evakuasi yang dilakukan di area Lapas Wahai berlangsung lancar dengan melibatkan petugas teknis untuk memastikan rambu terpasang secara permanen dan terlihat jelas.











