Garudapost.id – Pope Leo XIV kembali menyoroti dampak revolusi industri dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap kehidupan manusia melalui gagasan Magnifica Humanitas atau “Kemanusiaan yang Agung”.
Dokumen tersebut dipandang sebagai warisan ajaran sosial Gereja untuk menjaga martabat manusia di tengah arus digitalisasi, otomatisasi, dan perkembangan teknologi AI yang semakin pesat.
Dalam tulisan reflektifnya, Christian A. D. Rettob aktivitas (PMKRI) menilai kehadiran AI membawa tantangan besar bagi generasi muda, khususnya Gen Z, mulai dari ketergantungan teknologi, menurunnya daya pikir kritis, hingga ancaman hoaks dan krisis moral di ruang digital.
Namun di sisi lain, Gen Z juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadikan teknologi sebagai sarana pelayanan, pewartaan iman, dan misi kemanusiaan.
Penulis mencontohkan sosok Carlo Acutis sebagai figur muda Katolik yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai iman dan kasih Tuhan di era modern.
Melalui semangat Magnifica Humanitas, Gen Z diajak untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga membangun literasi digital, memahami etika AI, serta menggunakan teknologi secara bijak demi kemanusiaan.
“AI harus dipahami sebagai jembatan peradaban manusia dengan teknologi, bukan sebagai pengganti kecerdasan manusia,”(*).












