Garudapost.id-Geser/Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas III Geser, Nober Hasanda, memimpin langsung apel pagi pegawai di halaman Kantor Lapas Geser, Senin (15/6). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali komitmen jajaran Lapas Geser dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan pelayanan prima kepada warga binaan serta masyarakat. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung program kerja kementerian dan memastikan pelaksanaan tugas berjalan optimal.
Dalam amanatnya, Nober secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih dan bebas dari peredaran gelap narkoba, penyalahgunaan ponsel, serta praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan. Bukan sekadar imbauan, Nober Hasanda menekankan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap pelanggaran berat. Ia memastikan sanksi tegas berupa hukuman berat hingga pemecatan bagi petugas yang terbukti terlibat, baik langsung maupun tidak langsung, dalam peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya.
Selain integritas moral, Nober juga menekankan pentingnya kedisiplinan operasional. Jajaran pegawai diimbau untuk membiasakan budaya kerja tepat waktu dan bertanggung jawab penuh terhadap tugas pokok dan fungsi (tusi) masing-masing. Termasuk pelaporan kinerja yang akurat, seperti pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan Reformasi Birokrasi (RB), yang menjadi fokus evaluasi secara berkala.
“Apel pagi pegawai bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum bagi seluruh jajaran untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen. Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi pelanggaran di tempat ini. Kita harus menjadi teladan dengan mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Terkait peredaran narkoba dan penyalahgunaan wewenang, posisi saya sangat jelas, zero tolerance. Petugas yang mencoba bermain-main dengan hukum akan menerima sanksi berat bahkan pemecatan. Di sisi lain, peningkatan pelayanan publik, disiplin waktu, serta akuntabilitas pelaporan melalui LKE dan RB harus menjadi budaya kerja harian guna mewujudkan birokrasi bersih sekaligus menjadikan Lapas Geser sebagai unit pelaksana teknis (UPT) yang memberikan sumbangsih positif di lingkungan Pemasyarakatan Maluku,” tegas Nober.
Kemudian, sebagai tindak lanjut penegakan disiplin, kegiatan apel ini dirangkaikan dengan pemeriksaan atribut dan kerapian pegawai. Kalapas Geser yang didampingi oleh Kepala Urusan Tata Usaha, M. Alhamid, turun langsung untuk memastikan bahwa seluruh staf telah mematuhi standar aturan berpakaian sebelum menjalankan tugas dan melayani masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Alhamid menyampaikan bahwa penegakan kedisiplinan internal, seperti pemeriksaan kelengkapan atribut dan kerapian berpakaian, merupakan cerminan awal dari profesionalisme serta kesiapan pegawai dalam memberikan pelayanan prima.
“Evaluasi atribut dan tata tertib berpakaian bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan kesiapan mental seluruh pegawai dalam melayani masyarakat dan warga binaan. Bidang Tata Usaha akan mengawal ketat kedisiplinan administratif dan fisik seluruh pegawai. Kami akan memastikan tindak lanjut pemeriksaan ini berjalan konsisten demi terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel di Lapas Geser,” pungkasnya.

















