Garudapost.id | MANOKWARI, 28 Juni 2026 – Suasana khidmat dan penuh syukur menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama Asrama Putri Nabire di Manokwari pada hari ini, Minggu (28/6). Ibadah syukur yang menjadi puncak acara ini dihadiri oleh para pembina, dewan penasihat asrama, serta asrama tetangga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
Acara ibadah kali ini terasa istimewa dengan kehadiran hamba Tuhan, Bapak Merten Degei, yang menyampaikan firman Tuhan. Mengambil ayat dari Yesaya 66:18, Bapak Degei memberikan penguatan bahwa asrama ini harus terus menjadi tempat di mana nama Tuhan dimuliakan dan menjadi berkat bagi seluruh penghuninya.
Ketua Tim Penggerak, Mila Go, saat di wawancarai menyampaikan bahwa persiapan panitia telah dimulai sejak bulan Mei lalu. Berbagai program kerja telah dibahas untuk menyukseskan perayaan perdana ini. Meskipun demikian, Mila Go mengakui adanya tantangan, terutama terkait respons dari pemerintah.
“Kami sempat mengantarkan proposal kepada pemerintah, namun hingga saat ini belum ada respon. Karena itu, kami melaksanakan kegiatan ini dengan apa adanya dan mengandalkan kekuatan bersama,” ujar Mila Go.
Meskipun demikian, Mila Go menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah membangun kediaman yang megah bagi para mahasiswi. “Ketika kami mengingat keadaan asrama dulu dan sekarang, sungguh luar biasa. Puji Tuhan, intinya kami bersyukur,” tambahnya.
Mila Go juga menyampaikan semntara kami punya pembina ada beberapa namun pembina yang hadir karena kesibukan pribadi, namun hal itu tidak menyurutkan semangat penghuni asrama untuk tetap merayakan dengan sukacita.
Sementara itu, Ketua Asrama, Mince, dalam sambutannya mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang telah bahu-membahu hingga acara ini dapat berjalan sukses. Ia menegaskan bahwa asrama ini dibangun oleh pemerintah sebagai wadah bagi para putri untuk belajar menjadi yang terbaik.
Mince juga menyoroti keberagaman di asrama yang merupakan cerminan dari Nabire, yang merupakan perpaduan dari suku pantai hingga gunung, serta kerukunan antar umat beragama Kristen dan Katolik.
“Kami melakukan penerimaan mahasiswa baru setahun sekali. Saya berharap bagi penghuni yang tidak aktif atau sedang cuti kuliah untuk dapat meninggalkan asrama, agar kesempatan bisa diberikan kepada yang lebih membutuhkan,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh penghuni untuk selalu menjaga keamanan dan kebersihan, agar asrama ini bukan hanya menjadi tempat tinggal (rumah), tetapi benar-benar menjadi kediaman yang nyaman bagi semua.
Rangkaian acara HUT pertama ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan makan bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Suasana keakraban dan kekeluargaan begitu terasa, menandai awal yang baik bagi perjalanan Asrama Putri Nabire ke depan.

















