Garudapost.id-Ambon/Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali memanen sayuran selada hasil budidaya warga binaan sebagai wujud konsistensi dalam melaksanakan program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kegiatan panen yang dilaksanakan pada Senin (13/07) tersebut merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan melalui pemanfaatan lahan pertanian di lingkungan rutan.
Panen selada dilakukan oleh warga binaan yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian dengan pendampingan petugas. Seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penyemaian bibit, perawatan, hingga masa panen, dilaksanakan secara terstruktur sebagai bagian dari pembekalan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selain menjadi sarana pembinaan, hasil panen selada sebanyak 2kg, juga memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Rutan Ambon. Program ini menjadi salah satu bentuk optimalisasi lahan yang terus dikembangkan sebagai implementasi pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry, mengatakan bahwa kegiatan pertanian merupakan salah satu program unggulan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas, serta menumbuhkan semangat kerja warga binaan.
“Program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian akan terus kami optimalkan. Panen selada ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Jefry.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan budidaya hingga panen selada. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang bermanfaat.
“Saya merasa senang bisa belajar bercocok tanam di Rutan Ambon. Dari yang awalnya tidak tahu cara menanam, sekarang saya sudah memahami proses menanam hingga panen. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan bekal yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap program pembinaan seperti ini terus dilaksanakan karena tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIA Ambon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang bermanfaat, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan warga binaan yang mandiri, terampil, dan siap kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

















