Garudapost.id-Saumlaki/Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saumlaki menjadikan apel kesadaran warga binaan sebagai agenda rutin setiap hari Senin yang dilaksanakan untuk meneguhkan disiplin, menanamkan nilai-nilai kepatuhan, serta menyelaraskan program pembinaan dalam satu ritme kegiatan, Senin (13/07).
Apel diikuti oleh seluruh warga binaan, dengan perangkat apel juga berasal dari warga binaan. Sementara pembina atau pemimpin apel di pimpin oleh pegawai Lapas Saumlaki. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan mengikuti tata upacara apel kesadaran, diawali dengan pengecekan kesiapan barisan, dilanjutkan pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan Catur Dharma Narapidana yang diikuti seluruh warga binaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian amanat, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta ditutup dengan doa.
Kepala Lapas Kelas III Saumlaki, Agung Wibowo, menegaskan bahwa pelaksanaan apel rutin setiap hari Senin memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan seremonial. *”Apel setiap Senin bukan sekadar rutinitas administratif. Kegiatan ini memperkuat disiplin kolektif dan memastikan seluruh warga binaan memahami arah pembinaan mingguan. Kami berharap apel rutin membentuk kebiasaan positif yang berguna saat mereka kembali ke masyarakat,”* ujarnya.
Selain menjadi sarana membangun kedisiplinan, apel kesadaran juga dimanfaatkan sebagai media evaluasi singkat terhadap pelaksanaan program pembinaan. Dalam kesempatan tersebut disampaikan capaian kegiatan pembinaan, tugas kerja harian, serta berbagai informasi terkait kedisiplinan, kesehatan, dan kegiatan produktif yang mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Kasubsi Pembinaan Lapas Saumlaki, David Phillipus, menjelaskan bahwa apel kesadaran menjadi bagian penting dalam rangkaian pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. *”Melalui apel, kami menyelaraskan target pembinaan mingguan dan memberikan arahan operasional kepada warga binaan. Apel juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi kebutuhan pembinaan lebih lanjut sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran,”* jelasnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi Lapas Saumlaki dalam melaksanakan apel kesadaran bagi warga binaan. *”Penegakan disiplin yang terprogram dan komunikatif seperti yang dijalankan Lapas Saumlaki mendukung tujuan pemasyarakatan yang humanis dan akuntabel. Kami mendorong agar praktik baik ini dipertahankan dan terus dikembangkan,”* tegasnya.
Melalui apel kesadaran yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan, Lapas Saumlaki terus berkomitmen memperkuat disiplin, meningkatkan kualitas pembinaan, serta membentuk warga binaan yang memiliki sikap bertanggung jawab, berintegritas, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.

















