Garudapost.id-Saparua/Kanwil Ditjenpas Maluku, Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Saparua bergotong royong membersihkan Gereja dan Mushola di lingkungan lapas sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus memperkuat nilai toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang berlangsung di bawah pengawasan petugas pengamanan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (11/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan membersihkan lantai Gereja menggunakan air dan detergen hingga seluruh ruangan kembali bersih dan nyaman digunakan. Selanjutnya, mereka membersihkan karpet Mushola, mencuci kursi dan bangku Gereja menggunakan detergen, serta menata kembali perlengkapan ibadah agar siap digunakan dalam setiap pelaksanaan ibadah.
Suasana gotong royong berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Di bawah pengawasan petugas pengamanan, seluruh Warga Binaan saling bekerja sama tanpa membedakan latar belakang agama, mencerminkan semangat persaudaraan yang terus dibangun melalui program pembinaan di Lapas Kelas III Saparua.
Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas III Saparua, Florianty Talakua, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu media pembinaan yang efektif dalam menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghormati di antara Warga Binaan.
“Melalui kegiatan bersama seperti ini, Warga Binaan belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus melekat sebagai bagian dari perubahan perilaku yang positif,” tuturnya.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk Warga Binaan yang memiliki sikap saling menghormati, bertanggung jawab, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kami ingin Warga Binaan memahami bahwa menjaga kebersihan rumah ibadah bukan hanya soal merawat fasilitas, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap nilai-nilai keagamaan. Ketika mereka bekerja bersama tanpa membedakan keyakinan, di situlah tumbuh kepedulian, persaudaraan, dan toleransi yang menjadi bekal penting saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan gotong royong membersihkan rumah ibadah ini, Lapas Kelas III Saparua terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Nilai kebersamaan, kepedulian, dan toleransi yang tumbuh dari kegiatan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk beradaptasi secara positif saat kembali ke tengah masyarakat.

















